JAKARTA — Tanggal 7 September 2026 tidak hanya menjadi hari biasa. Setidaknya ada lima peringatan yang jatuh pada hari Senin tersebut, masing-masing dengan pesan dan sejarah yang berbeda, mulai dari penghormatan terhadap aktivis HAM hingga perayaan budaya membaca.
Di Indonesia, dua momen penting bertepatan di tanggal ini. Peringatan tersebut adalah Hari Perlindungan Pembela HAM Nasional dan Hari Jadi Kota Ambon yang memasuki usia ke-451 tahun. Sementara itu, beberapa peringatan lain datang dari Amerika Serikat dan dunia teknologi.
Hari Perlindungan Pembela HAM Nasional diperingati setiap 7 September sebagai pengingat pentingnya keamanan bagi para pejuang hak asasi manusia. Tanggal ini berkaitan erat dengan wafatnya aktivis HAM Munir Said Thalib pada 7 September 2004.
Munir meninggal dunia saat menempuh perjalanan udara menuju Amsterdam. Ia diketahui tewas setelah mengalami keracunan arsenik di dalam penerbangan tersebut. Kasus ini kemudian menjadi perhatian luas dan melewati proses hukum yang panjang, meski sosok yang disebut sebagai dalang intelektualnya masih menjadi pertanyaan hingga kini.
Di waktu yang sama, masyarakat Kota Ambon di Maluku tengah merayakan hari jadinya yang ke-451. Sejarah kota ini tidak lepas dari pembangunan Benteng Kota Laha oleh Portugis pada 1575. Masyarakat kemudian mulai bermukim di sekitar benteng dan membentuk sejumlah kelompok permukiman, seperti Soa Ema, Soa Kilang, Soa Silale, Hative, hingga Urimessing.
Tanggal 7 September dipilih sebagai hari lahir karena masyarakat Ambon memperoleh hak pemerintahan yang setara pada 1921, sementara tahun 1575 diambil dari awal pembangunan benteng. Dua peristiwa itu menjadi dasar penetapan Hari Lahir Kota Ambon.
Di Amerika Serikat, tanggal 7 September 2026 bertepatan dengan Hari Buruh atau Labor Day yang jatuh pada Senin pertama bulan September. Peringatan ini menjadi bentuk penghargaan atas kontribusi pekerja dalam kehidupan ekonomi dan sosial.
Sejarah Labor Day berakar dari perjuangan buruh pada akhir abad ke-19 untuk memperbaiki kondisi kerja, termasuk pengurangan jam kerja. Peristiwa penting yang melatarbelakanginya adalah kerusuhan Haymarket di Chicago pada 1886 dan Pemogokan Pullman pada 1894. Setelah berbagai gejolak, pemerintah AS menetapkan Labor Day sebagai hari libur federal.
Pada hari yang sama, dunia teknologi memperingati Google Commemoration Day. Momen ini mengenang perjalanan Google dari proyek penelitian hingga menjadi perusahaan teknologi global. Google bermula dari proyek Larry Page dan Sergey Brin saat menjadi mahasiswa doktoral di Stanford University.
Keduanya mengembangkan mesin pencari dengan algoritma PageRank yang awalnya bernama BackRub, sebelum berubah menjadi Google. Nama tersebut terinspirasi dari istilah "googol", yakni angka satu diikuti seratus angka nol. Kini, Google tak hanya dikenal lewat mesin pencari, tetapi juga Gmail, Google Drive, Google Docs, teknologi cloud, hingga kecerdasan buatan.
Tanggal yang sama juga diperingati sebagai Buy a Book Day atau Hari Membeli Buku. Peringatan ini mengajak masyarakat kembali memberi perhatian pada buku dan kebiasaan membaca. Selama berabad-abad, buku menjadi media penting dalam menyimpan serta menyebarkan pengetahuan antargenerasi.
Perkembangan teknologi digital memang menghadirkan lebih banyak pilihan hiburan yang membuat kebiasaan membaca buku fisik menghadapi tantangan. Hari Membeli Buku menjadi momentum sederhana untuk kembali mengapresiasi karya tulis, baik dengan membeli buku, mengunjungi toko buku, maupun mendukung penulis dan penerbit.