MALUKU — Motivasinya sederhana: ia sedang mempertimbangkan membeli SSD sekunder di tengah harga yang sedang tinggi. Ia menilai tidak ada ruginya mencoba alat kompresi terlebih dahulu sebelum mengeluarkan uang untuk hardware tambahan.
Biaya US$6 dinilai tidak lebih mahal dari sebuah game indie saat ini. Dengan harga segitu, alat kompresi menjadi opsi murah untuk mengatasi masalah penyimpanan yang penuh.
Jika alat tersebut mampu membebaskan cukup ruang, pembelian SSD sekunder bisa ditunda. Itu dianggap sebagai keuntungan tersendiri.
Alat kompresi itu terbukti membantu mendapatkan kembali ruang penyimpanan dalam jumlah besar. Ia berhasil membebaskan ratusan gigabyte setelah digunakan.
Hasil ini membuat pembelian SSD sekunder yang semula dipertimbangkan bisa ditunda untuk sementara waktu. Kompresi file game menjadi alternatif sebelum memutuskan membeli perangkat penyimpanan baru.
Meski sudah menemukan alat kompresi bawaan Windows, pengguna tersebut tetap menilai US$6 yang dikeluarkan bukan pemborosan. Menurutnya, uang itu terpakai dengan baik.
Alat kompresi dari Steam itu tetap dianggap sebagai solusi cepat dan murah untuk masalah ruang penyimpanan. Bagi gamer yang penyimpanannya hampir penuh dan ingin menunda pembelian SSD, langkah ini bisa menjadi pertimbangan.