Polda Maluku merombak delapan posisi strategis di tingkat mapolda dan kewilayahan melalui serah terima jabatan yang digelar di Lobi Lantai I Mapolda Maluku, Ambon, Jumat. Pergantian mencakup Karo Rena, Dir Polairud, Karo SDM, Kepala SPN, serta empat jabatan Kapolres di Buru, Seram Bagian Barat, dan Seram Bagian Timur. Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto menyebut rotasi ini sebagai penguatan organisasi agar pelayanan Polri menjangkau seluruh wilayah kepulauan.
AMBON — Sebanyak delapan jabatan strategis di Polda Maluku resmi berganti pejabat dalam rangkaian serah terima jabatan (sertijab) dan pelantikan di Ambon, Jumat. Rotasi menyentuh posisi di tingkat markas polda maupun kepolisian resor jajaran.
Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto memimpin langsung prosesi yang dihadiri Wakapolda Maluku Brigjen Pol Arif Budiman, Irwasda Polda Maluku Kombes Pol I Made Sunarta, dan sejumlah pejabat utama Polda Maluku. Sertijab juga diisi pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan pakta integritas bagi pejabat yang menerima amanah baru.
Di tingkat mapolda, jabatan Karo Rena dipercayakan kepada Kombes Pol Sachroni Anwar, yang sebelumnya menjabat Karo Rena Polda Papua Barat Daya. Posisi Dir Polairud diserahterimakan dari Kombes Pol Handoyo Santoso kepada Kombes Pol Welly Djatmoko.
Jabatan Karo SDM beralih dari Kombes Pol Jemi Junaidi kepada Kombes Pol Decky Irawan Kesuma. Sementara Kepala SPN Polda Maluku diserahterimakan dari Kombes Pol Romi Agusriansyah kepada AKBP Nurhadiansyah.
Di tingkat kewilayahan, jabatan Kapolres Buru berpindah dari AKBP Sulastri Sukidjang kepada AKBP Andi Zulkifli. AKBP Revindo Pradikta Rulando kemudian dipercaya menjabat Kapolres Seram Bagian Barat (SBB), menggantikan AKBP Andi Zulkifli.
Jabatan Kapolres Seram Bagian Timur (SBT) dipercayakan kepada AKBP Ricky Pranata Vivaldy, yang sebelumnya menjabat Kasubdenperintis I Denperintis Ditsamapta Korsabhara Baharkam Polri. Ia menggantikan AKBP Alhajat.
Dadang menyebut karakteristik Maluku yang terdiri atas gugusan pulau dengan kondisi geografis, sosial, dan budaya beragam menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
"Sertijab ini merupakan bagian dari penguatan organisasi. Setiap pergantian pejabat harus memberikan energi baru bagi peningkatan kinerja, memperkuat soliditas dan memastikan pelayanan kepolisian semakin baik kepada masyarakat," kata Dadang di Ambon, Jumat.
Ia meminta para pejabat baru tidak hanya memahami tugas dan tanggung jawab struktural, tetapi juga mampu membaca kebutuhan masyarakat serta membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
"Maluku adalah wilayah kepulauan. Kehadiran Polri harus mampu menjangkau masyarakat di semua wilayah, bukan hanya di pusat-pusat pemerintahan. Karena itu, setiap pejabat harus memiliki kemampuan adaptasi, membangun komunikasi dan memastikan pelayanan tetap hadir sampai ke wilayah kepulauan," ujarnya.
Dadang menekankan prinsip Polri Presisi yang mengedepankan prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan harus menjadi pedoman seluruh pejabat dalam menjalankan tugas. Para kapolres baru diminta menjadikan deteksi dini sebagai salah satu prioritas menjaga stabilitas keamanan di wilayah masing-masing.
Ia juga meminta pejabat yang baru dilantik segera melakukan konsolidasi internal, memetakan persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah masing-masing, serta memperkuat sinergi lintas sektor.
"Segera bekerja. Kenali wilayah, pahami persoalan masyarakat, bangun sinergi dan jangan ragu mengambil langkah yang diperlukan sesuai aturan. Kita ingin organisasi semakin kuat dan masyarakat semakin merasakan kehadiran Polri," ucapnya.