MALUKU — Galva Group resmi memperluas portofolio bisnisnya ke lima sektor berbeda saat memasuki usia ke-80. Langkah ini menegaskan transformasi grup usaha yang sempat identik dengan teknologi audio lewat merek TOA. Tema "Rooted in Legacy, Rising to the Future" dipakai sebagai payung arah bisnis baru tersebut.
Ekspansi tersebut ditopang jaringan kantor perwakilan yang tersebar di sejumlah kota besar Indonesia. Mulai dari Medan, Pekanbaru, Palembang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Balikpapan, Bali, Makassar, hingga Manado.
Diversifikasi yang dijalankan Galva Group menyentuh sektor yang saling melengkapi. Berikut rinciannya:
President Director Galva Group, Oki Widjaja, menyebut perambahan bisnis ke hospitality, wellness, dan manajemen investasi sebagai respons terhadap pergeseran kebutuhan pasar. Menurutnya, akar utama di bidang teknologi dan audio tetap dipertahankan.
"Delapan puluh tahun bagi kami bukan hanya tentang mempertahankan apa yang sudah dibangun, tetapi bagaimana menjadikan pengalaman dan nilai yang kami miliki sebagai fondasi untuk terus berkembang. Kebutuhan masyarakat dan industri berubah, sehingga kami juga harus terus belajar, beradaptasi, dan melihat peluang baru," ujar Oki, dalam keterangan yang diterima detikINET.
Ia menambahkan semangat Rooted in Legacy, Rising to the Future menjadi pengingat bahwa pengalaman 80 tahun memberi fondasi bagi perusahaan untuk berani bertransformasi.
Di luar lini komersial, Galva Group menjalankan misi sosial lewat sektor bisnis intinya. PT TOA Galva Prima Karya mengembangkan inisiatif edukasi mitigasi bencana serta sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS).
Program tersebut difokuskan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya anak-anak di wilayah rawan bencana. Langkah ini diposisikan sebagai kontribusi perusahaan bagi keselamatan publik di Indonesia.
Dengan portofolio yang kini mencakup teknologi, audio, hospitality, wellness, dan investasi, Galva Group menempatkan pengalaman delapan dekade sebagai modal menghadapi perubahan kebutuhan pasar dan industri.