MALUKU — Memasuki September 2026, tablet bukan lagi sekadar perangkat hiburan. Dengan keyboard tambahan, perangkat tipis ini sudah cukup untuk mengetik laporan, mengikuti meeting, sampai menyelesaikan pekerjaan saat bepergian. Yang menarik, tidak perlu membeli tablet flagship untuk mendapat pengalaman itu.
Sejumlah model kelas menengah sudah membawa chipset bertenaga, layar lega, RAM besar, dan dukungan aksesori resmi. Berikut lima di antaranya yang paling layak dipertimbangkan bulan ini.
Galaxy Tab S10 FE menyasar pengguna yang sudah berada di ekosistem Galaxy. Integrasi antar perangkat jadi nilai jual utamanya, bukan sekadar spesifikasi di atas kertas.
Dengan keyboard tambahan, tablet ini sanggup menangani pekerjaan yang butuh banyak aktivitas mengetik. Daya tariknya lebih ke pengalaman penggunaan jangka panjang ketimbang angka benchmark.
Kalau layar jadi prioritas, Redmi Pad Pro masuk hitungan. Panel 12,1 inci memberi ruang kerja lebih lapang saat mengetik atau membaca dokumen.
Baterai 10.000 mAh membuatnya cocok untuk pengguna yang sering beraktivitas jauh dari colokan. Snapdragon 7s Gen 2 bukan chipset untuk performa ekstrem, tapi masih memadai untuk pekerjaan harian, belajar online, browsing, dan hiburan.
Lenovo Idea Tab mengambil pendekatan berbeda. Tablet ini menonjolkan fungsi produktivitas dan pembelajaran lewat layar 11 inci 2.5K, RAM 8GB, dan penyimpanan hingga 256GB.
Nilai tambahnya ada pada dukungan Folio Keyboard dan Tab Pen dalam paket tertentu di Indonesia. Kombinasi itu membuat perangkat ini praktis untuk mengetik tugas sekaligus mencatat dengan stylus.
Butuh tablet yang lebih kencang? Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 berada di kelas lebih tinggi. Snapdragon 8s Gen 4 jadi jantung performanya, sementara layar PureSight Pro 13 inci 3.5K menawarkan area kerja jauh lebih luas.
Baterai 10.200 mAh mendukung mobilitas. Catatannya, ukuran 13 inci membuatnya kurang ringkas dibanding tablet 11 inci. Bagi yang mengejar kenyamanan multitasking, layar besar justru jadi keuntungan.
Xiaomi Pad 7 menawarkan kombinasi performa dan mobilitas. Tablet ini ditenagai Snapdragon 7+ Gen 3 yang cukup agresif untuk multitasking, browsing, mengolah dokumen, hingga bermain game.
Layar 11,2 inci dengan refresh rate 144Hz jadi nilai jual tersendiri. Ukurannya masih nyaman masuk tas, tapi cukup luas untuk bekerja. Keyboard magnetik resmi membuatnya makin mendekati konsep laptop mini.
Untuk September 2026, Xiaomi Pad 7 jadi pilihan paling seimbang jika performa dan portabilitas yang dicari. Redmi Pad Pro lebih menarik untuk pencari layar besar, Lenovo Idea Tab cocok bagi pelajar, sedangkan Idea Tab Pro Gen 2 ditujukan untuk kebutuhan berat.
Galaxy Tab S10 FE punya keunggulan tersendiri bagi pengguna yang mengutamakan ekosistem. Tidak ada satu model yang menang di semua aspek.
Jangan cuma melihat angka RAM atau chipset. Saat tablet akan dipakai sebagai pengganti laptop, kualitas keyboard, ukuran layar, baterai, software, dan kenyamanan penggunaan justru sama pentingnya.