AMBON — Panen uwi ungu di lahan Kelompok Tani Sumber Rejeki itu dihadiri Wakapolresta Ambon AKBP Nur Rahman, Kabag SDM Polresta Ambon AKP Richard Hahuri, dan Kapolsek Teluk Ambon IPTU Restu H. Purba. Turut hadir Kepala Kelompok Tani Sumber Rejeki Baharudin, Bhabinkamtibmas Pendamping AIPTU Komang Adhi Sukerta, serta Bakomsus Polda Maluku bidang Ketahanan Pangan BRIPDA Piero Hetharie.
Kombes Dicky menyebut panen tersebut sebagai bukti dukungan Polri terhadap ketahanan pangan dilakukan lewat kegiatan nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar seremonial.
"Hari ini kita tidak hanya menanam, tetapi sudah sampai pada tahap panen. Ini menunjukkan bahwa lahan yang dikelola secara produktif, dengan pendampingan dan keterlibatan masyarakat, dapat menghasilkan pangan yang mendukung ketahanan pangan," kata Dicky.
Menurut Dicky, pengembangan uwi ungu punya arti penting karena Maluku menyimpan beragam potensi pangan lokal yang bisa dikembangkan untuk memperkuat kemandirian pangan masyarakat. Polri mendorong potensi itu tidak berhenti pada kegiatan budidaya, tetapi dikembangkan berkelanjutan lewat kolaborasi dengan kelompok tani dan warga.
"Potensi pangan lokal di Maluku sangat besar. Karena itu, kami mendorong masyarakat untuk terus memanfaatkan lahan yang tersedia dan mengembangkan komoditas yang sesuai dengan potensi wilayah. Polri akan terus mendukung melalui pendampingan dan kolaborasi bersama masyarakat," ujarnya.
Program uwi ungu merupakan bagian dari gerakan ketahanan pangan Polri yang dikembangkan jajaran kepolisian di berbagai daerah dengan memanfaatkan lahan kosong maupun lahan produktif bersama masyarakat. Rangkaian kegiatannya mencakup penyediaan bibit, penanaman, pemeliharaan, pendampingan, hingga panen.
Pendekatan itu diarahkan untuk mendorong diversifikasi pangan sekaligus meningkatkan pemanfaatan komoditas pangan lokal. Bagi Maluku sebagai wilayah kepulauan dengan karakteristik pertanian dan sumber daya pangan yang beragam, pendekatan tersebut dinilai relevan.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi menegaskan panen uwi ungu di Hative Besar memperlihatkan program ketahanan pangan dapat diwujudkan melalui kemitraan langsung antara Polri dan masyarakat.
"Yang penting dari program ini adalah keberlanjutannya. Kita ingin masyarakat melihat bahwa lahan yang ada dapat dimanfaatkan menjadi sumber pangan produktif. Polri hadir untuk mendukung dan mendampingi, sementara masyarakat menjadi penggerak utama dalam pengelolaannya," ujar Rositah.
Ia menyebut keterlibatan Bhabinkamtibmas dan personel yang memiliki kompetensi di bidang ketahanan pangan menjadi bagian dari upaya memastikan program berjalan tidak hanya saat penanaman, tetapi juga sampai masa pemeliharaan dan panen.
"Ketahanan pangan nasional dibangun dari daerah. Karena itu, setiap potensi pangan lokal yang dapat dikembangkan memiliki nilai strategis. Kami mengajak masyarakat untuk terus mengoptimalkan lahan produktif dan memperkuat kolaborasi agar pangan lokal semakin berkembang," katanya.
Polda Maluku memastikan dukungan terhadap program ketahanan pangan akan terus diarahkan pada kegiatan produktif yang melibatkan masyarakat dan kelompok tani di wilayah hukumnya.