Polda Maluku memperkuat sistem komunikasi dan koordinasi antarsatuan melalui Latihan Olah Strategi Aman Nusa II 2026 untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah kepulauan. Latihan yang digelar Stamaops Mabes Polri bersama seluruh jajaran Polda itu menitikberatkan kesiapan sistem komando agar informasi bencana diterima cepat hingga tingkat kewilayahan. Jajaran Polres di seluruh Maluku turut mengikuti latihan serupa di wilayah masing-masing.
AMBON — Latihan Olah Strategi Aman Nusa II 2026 yang digelar Stamaops Mabes Polri bersama seluruh jajaran Polda menyoroti kesiapan sistem komando, komunikasi, dan koordinasi. Karo Ops Polda Maluku Kombes Pol Monang M.Z. Simajuntak menyatakan latihan ini bagian dari upaya Polri memastikan seluruh jajaran memiliki kesiapan sama dalam menghadapi situasi bencana.
"Latihan ini menjadi bagian dari upaya Polri memastikan seluruh jajaran memiliki kesiapan yang sama dalam menghadapi situasi bencana. Yang dipersiapkan bukan hanya personel, tetapi juga pola koordinasi, sistem komunikasi dan mekanisme respons di lapangan," kata Monang di Ambon, Jumat.
Jajaran Polda Maluku mendapatkan penguatan sistem komunikasi antarsatuan melalui penggunaan perangkat handy talky (HT). Perangkat itu mendukung penyampaian informasi dari tingkat atas ke bawah maupun sebaliknya, terutama saat kondisi membutuhkan koordinasi cepat.
Sistem komunikasi juga diperkuat dengan apel udara yang dilaksanakan setiap pukul 21.00 WIT sebagai sarana pengecekan kesiapan jajaran secara berkala. Latihan serupa diikuti jajaran Polres/ta Polda Maluku di wilayah masing-masing.
Monang menyebut kondisi geografis Maluku yang merupakan wilayah kepulauan membutuhkan sistem komunikasi yang mampu mendukung penyampaian informasi secara cepat saat terjadi keadaan darurat.
"Dalam penanganan bencana, kecepatan informasi sangat menentukan kecepatan respons. Karena itu, setiap informasi harus dapat diterima, diteruskan, dan ditindaklanjuti secara cepat melalui sistem komando yang jelas," ujarnya.
Latihan juga dilakukan melalui pemberian RIOS (Rencana Informasi Olah Strategi). Peserta diminta menjawab sejumlah pertanyaan sesuai skenario dan alokasi waktu yang diberikan untuk menguji pemahaman terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing.
"Harapannya, ketika terjadi bencana, personel tidak lagi mencari pola bertindak, tetapi sudah memahami apa yang harus dilakukan dan bagaimana berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait," kata Monang.
Waastamaops Kapolri Irjen Pol Laksana menegaskan seluruh jajaran harus mengikuti latihan secara serius dan memahami materi yang diberikan sebagai pedoman pelaksanaan tugas di lapangan.
"Latihan ini diharapkan semakin memantapkan dan memperkuat langkah Polda hingga Polres jajaran dalam pelaksanaan Aman Nusa II," ucapnya.
Penguatan sistem komunikasi ini menjadi bekal awal jajaran Polda Maluku menghadapi potensi bencana, dengan penekanan pada kecepatan informasi dan kejelasan jalur komando dari tingkat Polda hingga Polres.