IHSG Berpotensi Rebound ke 6.500-6.550 Usai Net Sell Asing Rp 1,79 Triliun

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Senin, 21 September 2026 | 08:50:31 WIB
Pergerakan IHSG di layar bursa pada perdagangan Senin (21/9/2026).

MALUKU — Indeks Harga Saham Gabungan berpeluang berbalik menguat ke rentang 6.500-6.550 pada perdagangan Senin (21/9/2026), setelah ditutup melemah 0,33 persen ke 6.441,16 pada Jumat pekan lalu. Proyeksi rebound teknikal ini muncul di tengah derasnya aksi jual asing yang mencapai Rp 1,79 triliun pada akhir pekan lalu.

Retail Research Analyst BNI Sekuritas Karina Rusfidyawati memproyeksi IHSG bergerak menguat dengan support di level 6.400-6.320 dan resistance di kisaran 6.500-6.550. Proyeksi tersebut disampaikan dalam riset harian yang diterbitkan Senin (21/9/2026).

"IHSG hari ini berpotensi teknikal rebound di range 6.500-6.550," kata Karina dalam risetnya.

Tekanan Jual Asing di Akhir Pekan Lalu

Net sell asing tercatat Rp 1,79 triliun pada perdagangan Jumat pekan lalu. Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi sasaran utama aksi jual investor asing.

  • BBCA
  • BMRI
  • AMMN
  • TLKM
  • DSSA

Deretan saham tersebut mendominasi daftar net sell asing. Tekanan jual di saham-saham bobot besar ini yang membuat IHSG ditutup melemah 0,33 persen ke 6.441,16 pada akhir pekan lalu.

Enam Saham Pilihan BNI Sekuritas

BNI Sekuritas merekomendasikan enam saham untuk diperdagangkan pada sesi hari ini. Pilihan tersebut mencakup sektor tambang, properti, dan energi.

  • INCO
  • ANTM
  • ARCI
  • MAPI
  • BULL
  • MBMA

Dua nama di sektor tambang, INCO dan ANTM, masuk dalam daftar. Sektor properti diwakili ARCI dan MAPI, sementara BULL dan MBMA melengkapi pilihan dari sektor energi dan batubara.

Support dan Resistance Jadi Kunci Pergerakan

Level support 6.400-6.320 menjadi batas bawah yang perlu dicermati pelaku pasar. Selama indeks bertahan di atas area tersebut, peluang rebound teknikal tetap terbuka.

Sebaliknya, resistance di 6.500-6.550 menjadi area yang perlu ditembus untuk mengonfirmasi penguatan lebih lanjut. Kegagalan menembus level itu berpotensi membuat IHSG kembali bergerak sideways.

Sentimen Asing Masih Jadi Faktor Penentu

Arus dana asing menjadi variabel penting dalam pergerakan IHSG sesi ini. Net sell Rp 1,79 triliun pada akhir pekan lalu menunjukkan investor asing masih dalam posisi mengurangi eksposur di pasar saham domestik.

Jika tekanan jual asing mereda, ruang rebound indeks ke area resistance terbuka lebih lebar. Sebaliknya, aksi jual lanjutan di saham-saham bobot besar berpotensi menahan laju penguatan indeks.

Pelaku pasar dapat mencermati pergerakan saham-saham pilihan BNI Sekuritas sebagai acuan. Rekomendasi tersebut bersifat jangka pendek dengan memperhatikan level support dan resistance yang telah ditetapkan.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top