Jonatan Christie Minta Maaf Usai Kalah dari Shi Yu Qi di Final Asian Games

Penulis: Ramli Siregar  •  Kamis, 24 September 2026 | 16:18:01 WIB
Jonatan Christie menyampaikan permohonan maaf usai kalah dua gim langsung dari Shi Yu Qi di final beregu putra Asian Games 2026.

MALUKU — Jonatan Christie menanggung beban kekalahan ketiga beruntun di nomor beregu bulutangkis Asian Games 2026 setelah tumbang dua gim langsung dari Shi Yu Qi di partai final melawan China. Tunggal pertama Indonesia itu menyampaikan permohonan maaf karena belum sekali pun menyumbangkan poin sepanjang edisi kali ini.

Partai perebutan gelar juara beregu putra Asian Games 2026 mempertemukan Indonesia dengan China di lapangan. Jonatan tampil sebagai tunggal pertama dan langsung berhadapan dengan Shi Yu Qi pada Kamis (24/9/2025). Ia kalah 13-21, 18-21 dalam dua gim, membuat Indonesia tertinggal 0-1.

Kekalahan Ketiga Beruntun di Nomor Beregu

Hasil ini melengkapi rentetan buruk juara All England 2024 tersebut di nomor beregu edisi kali ini. Di perempatfinal dan semifinal, Jonatan juga tumbang. Tiga laga, tiga kekalahan, tanpa satu poin pun untuk Merah Putih.

Kepercayaan diri pemain yang akrab disapa Jojo itu goyah. Ia mengaku sudah melakukan evaluasi dari hari ke hari, tetapi belum menemukan solusi yang tepat.

Permohonan Maaf dan Pengakuan Jojo

Usai pertandingan, Jonatan langsung menyampaikan permohonan maaf melalui federasi. Ia tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap performa sendiri.

"Pertama-tama pastinya saya mengucapkan permohonan maaf karena belum sekali pun bisa menyumbangkan poin untuk Indonesia. Jujur, sangat-sangat kecewa dengan penampilan saya di partai beregu kali ini," ucap Jonatan.

Ia mengaku sudah mencoba segala cara untuk bangkit. Bermain lebih agresif, meningkatkan fighting spirit, namun hasilnya belum sesuai harapan.

"Memang masih banyak kurangnya, masih banyak kesalahannya. Masih jauh dari apa yang saya harapkan, apa yang saya siapkan juga," tambahnya.

Evaluasi yang Belum Membuahkan Hasil

Jonatan mengungkapkan bahwa ia terus berusaha memperbaiki diri di setiap pertandingan. Dari laga pertama hingga final, ia belajar dari kekurangan dan mencoba menerapkannya di lapangan. Namun, usaha itu belum cukup.

"Dari main pertama, main kedua, kekalahan demi kekalahan, saya sudah coba untuk improve. Saya belajar dari kemarin kurangnya apa, hari ini saya coba lagi. Tapi ya balik lagi itu tidak cukup," kata peraih emas Asian Games 2018 tersebut.

Fokus ke Nomor Perorangan

Nomor perorangan bulutangkis Asian Games 2026 akan dimulai setelah jeda satu hari. Jonatan berharap waktu istirahat itu bisa membantunya menenangkan diri dan memulihkan mental.

"Untuk saat ini saya rasa saya perlu untuk menenangkan diri dulu. Saya harap dengan besok mungkin ada rest satu hari, bisa sedikit banyak membantu persiapan untuk pertandingan di individual," pungkas Jonatan.

Kekalahan di partai final membuat Indonesia harus mengejar ketertinggalan dari China di sisa pertandingan beregu putra. Sementara bagi Jonatan, nomor perorangan menjadi kesempatan berikutnya untuk membuktikan diri.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: sport.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top