IHSG Dibuka Melemah 21,17 Poin ke 5.914,98, Tensi Timur Tengah dan Inflasi Global Jadi Pemicu

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:16:01 WIB
IHSG dibuka melemah 21,17 poin ke level 5.914,98 pada perdagangan hari ini.

JAKARTA — Pelemahan IHSG terjadi setelah serangan drone dan rudal jelajah lanjutan dilaporkan Arab Saudi menyusul serangan mematikan di bandara Riyadh pada akhir pekan. Koalisi pimpinan Arab Saudi turut melaporkan serangan berkaitan dengan kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran. Serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz memperbesar kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran dan risiko gangguan pasokan energi global.

Di Eropa Timur, ketegangan meningkat seiring berlanjutnya serangan Rusia terhadap infrastruktur energi Ukraina, termasuk fasilitas produksi gas. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan Ukraina akan melanjutkan serangan terhadap target Rusia.

Liza Camelia: Indeks Berpotensi Uji Support 5.839

Liza memaparkan level teknikal yang perlu dicermati pelaku pasar. Menurut dia, pelemahan lanjutan membuka peluang IHSG menuju 5.805-5.774 yang merupakan area gap.

"Indeks berpotensi menguji support 5.839, dengan pelemahan lanjutan membuka peluang menuju 5.805-5.774 yang merupakan area gap. Sebaliknya, apabila mampu berbalik menguat, IHSG berpeluang menguji level 5.973-5.995, sebelum menuju 6.098 yang merupakan area EMA10," ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta.

Investor Antisipasi Data Inflasi AS September 2026

Fokus pelaku pasar global tertuju pada The Fed menjelang publikasi data inflasi AS September 2026 yang berpotensi mempengaruhi keputusan suku bunga acuan berikutnya. Investor mengantisipasi bahwa inflasi yang kembali meningkat dapat mengubah arah kebijakan moneter bank sentral AS.

Pernyataan sejumlah pejabat The Fed, di antaranya Christopher Waller, Tom Barkin, dan Susan Collins, akan dicermati untuk memperoleh petunjuk mengenai prospek kebijakan moneter. Laporan keuangan bank-bank besar AS juga menjadi perhatian untuk menilai kondisi sektor keuangan dan prospek ekonomi.

Tekanan pada saham semikonduktor turut membebani indeks teknologi. Dari kawasan Asia, pemerintah China terus berupaya menstabilkan pasar saham domestik, namun langkah tersebut belum cukup mengangkat sentimen investor. Pemerintah Malaysia mengumumkan anggaran 2027 yang mendukung momentum positif pasar saham domestik.

Insentif Fiskal Kelas Menengah dan PMK 71 Tahun 2026

Dari dalam negeri, Liza menilai pemerintah Indonesia didorong segera merealisasikan insentif fiskal lebih terarah bagi kelas menengah untuk menjaga daya beli di tengah kenaikan biaya hidup. Anggaran perlindungan sosial dalam RAPBN 2027 naik menjadi Rp549,9 triliun dari outlook 2026 sebesar Rp500 triliun, namun efektivitasnya bergantung pada ketepatan sasaran.

Opsi kebijakan yang tersedia meliputi perluasan insentif PPh Pasal 21 DTP, bantuan iuran jaminan sosial, subsidi transportasi publik, serta peningkatan lapangan kerja produktif dan upah riil.

Pemerintah juga menerbitkan PMK Nomor 71 Tahun 2026 yang berlaku sejak 2 Oktober 2026, dengan memprioritaskan pembayaran pokok utang pajak sebelum sanksi administratif. Aturan itu diharapkan mempercepat pelunasan tunggakan, meningkatkan kepatuhan pajak, serta menjaga arus kas wajib pajak, khususnya UMKM.

Liza menegaskan aturan tersebut bukan pemutihan pajak karena pokok utang tetap wajib dilunasi, sementara pengurangan atau penghapusan sanksi tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.

Bursa Regional dan Wall Street Variatif

Bursa Eropa kompak menguat pada penutupan Senin (12/10), dengan Euro Stoxx 50 naik 0,45 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,99 persen, DAX Jerman menguat 0,76 persen, dan CAC 40 Prancis menguat 0,38 persen.

Bursa Wall Street AS bergerak variatif pada penutupan Senin (12/10). Indeks S&P 500 melemah 0,06 persen ke level 7.807,24, Nasdaq Composite turun 0,44 persen ke 27.245,90, sedangkan Dow Jones Industrial Average menguat 0,38 persen ke 51.850,55.

Bursa saham regional Asia pagi ini: Nikkei melemah 0,10 persen ke 67.180,00, Shanghai turun 0,96 persen ke 3.760,96, Kospi melemah 6,30 persen ke 5.982,17, Hang Seng turun 0,84 persen ke 24.066,50, dan Straits Times menguat 0,42 persen ke 5.438,90.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top