NAMROLE — Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Indira Azis Rumalutur, menyebut kegiatan di Desa Waelo sebagai bagian dari upaya memperluas cakupan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas. Menurutnya, masyarakat di wilayah pesisir dan pedalaman perlu mendapat akses layanan yang setara dengan warga kota.
Petugas tidak hanya membuka meja pendaftaran. Melalui BPJS Keliling, mereka melakukan verifikasi data peserta sekaligus memberi edukasi soal pentingnya menjaga status kepesertaan tetap aktif. Sosialisasi manfaat Program JKN juga berjalan bersamaan dengan layanan administrasi kependudukan untuk sinkronisasi data peserta.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Puluhan orang mendatangi Balai Desa Waelo dengan membawa dokumen yang diperlukan.
Layanan yang Tersedia di Balai Desa Waelo
Warga yang datang bisa mengakses sejumlah layanan administrasi kepesertaan dalam satu tempat. Petugas BPJS Kesehatan melayani pendaftaran peserta baru, perubahan data, aktivasi kepesertaan, hingga konsultasi manfaat JKN.
- Pendaftaran peserta baru Program JKN
- Perubahan data kepesertaan
- Aktivasi kepesertaan
- Verifikasi data peserta melalui BPJS Keliling
- Konsultasi manfaat Program JKN
- Layanan administrasi kependudukan untuk sinkronisasi data
"Kami turun langsung ke Desa Waelo agar masyarakat lebih mudah mengakses informasi, mendaftar kepesertaan, mengubah data, dan berkonsultasi terkait manfaat JKN. Prinsipnya, pelayanan harus hadir di tengah masyarakat, bukan sebaliknya," ujar Indira.
Jarak dan Biaya Transportasi Jadi Kendala Warga Selama Ini
Perangkat Desa Waelo, Wenang Seleky, mengungkap alasan warga selama ini menunda pengurusan administrasi JKN. Jarak ke Namrole dan biaya transportasi menjadi penghalang utama bagi sebagian warga yang hendak mengurus dokumen kepesertaan maupun kependudukan.
"Kami di desa sangat terbantu. Selama ini warga kalau mau urus BPJS Kesehatan atau data kependudukan harus ke Namrole, butuh waktu dan biaya. Dengan adanya PIL dan BPJS Keliling di sini, semua jadi lebih cepat. Ini bentuk nyata kepedulian negara untuk desa kami," kata Wenang.
Keluhan serupa datang dari peserta JKN, Uria Leslessy (40). Ia memanfaatkan layanan tersebut untuk memperbarui data keluarganya dan mengaku prosesnya jauh lebih ringkas dibanding harus ke pusat kota.
"Saya merasa senang dan bersyukur ada kegiatan seperti ini di Waelo. Petugasnya ramah, penjelasannya jelas, dan prosesnya tidak dipersulit. Dulu saya bingung kalau mau urus BPJS, sekarang tinggal datang ke balai desa saja. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin diadakan," ungkap Uria.
Kolaborasi Tiga Pihak untuk Perluas Cakupan JKN di Buru Selatan
Indira menilai kerja sama antara BPJS Kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat perluasan jaminan kesehatan di Kabupaten Buru Selatan. Layanan jemput bola seperti di Desa Waelo dinilai lebih efektif menjangkau warga yang selama ini terkendala akses geografis.
"Kami berharap melalui kegiatan ini, semakin banyak warga Buru Selatan yang terlindungi JKN dan tidak ada lagi yang menunda berobat karena masalah administrasi," tutupnya.