Kabut Asap Karhutla Selimuti Ambon, Wali Kota Imbau Anak-Anak dan Lansia Pakai Masker

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:47:02 WIB
Kabut asap menyelimuti Kota Ambon akibat kebakaran lahan dan hutan.

AMBON — Pemerintah Kota Ambon mencatat 34 kejadian kebakaran di sejumlah titik selama periode 21 September hingga 10 Oktober 2026. Tingginya frekuensi kebakaran itu membuat kabut asap makin pekat dan mendorong Wali Kota Bodewin M. Wattimena mengeluarkan imbauan kesehatan bagi warga.

Wattimena meminta anak-anak dan orang tua memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Kemarau panjang yang melanda Kota Ambon berkaitan dengan fenomena El Niño, yaitu pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur di atas kondisi normal.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko kebakaran lahan di wilayah kota. "Kabut asap semakin tebal, mari anak-anak dan orang tua memakai masker, harus menjaga kesehatan," kata Wattimena saat memimpin apel pagi di halaman upacara Balai Kota Ambon, Senin (12/10/2026).

Frekuensi Kebakaran Capai 34 Kejadian dalam 20 Hari

Wattimena menyebut tingginya frekuensi kebakaran membutuhkan perhatian dan keterlibatan seluruh warga. Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan maupun tindakan lain yang berpotensi memicu kebakaran.

"Frekuensi kejadian kebakaran di kota ini sangat luar biasa. Terhitung dari 21 September sampai dengan 10 Oktober terdapat 34 kejadian di beberapa titik," ujarnya.

Selain kabut asap, warga juga menghadapi dampak langsung dari kebakaran dan pohon tumbang. Dalam apel pagi tersebut, Pemkot Ambon menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak sebesar Rp15 juta per kepala keluarga.

Bantuan tanggap darurat sebelumnya telah disalurkan melalui Dinas Sosial. Penyaluran dilakukan bertahap agar warga terdampak bisa segera mendapatkan pendampingan.

Wali Kota: Penanganan Tidak Bisa Hanya Andalkan Pemerintah

Wattimena menegaskan penanganan dampak kemarau panjang dan kebakaran tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dukungan masyarakat dan kerja sama berbagai pihak diperlukan agar situasi tersebut dapat ditangani dengan baik.

"Mari kita saling menopang untuk melakukan tugas dan tanggung jawab dengan baik, untuk melewati permasalahan ini secara bersama agar bisa melewati masa krisis kemarau berkepanjangan ini dengan baik," katanya.

Ia juga meminta masyarakat bersama pemerintah menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang dapat merugikan orang lain. Warga diharapkan tetap waspada terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Sejumlah titik di Kota Ambon masih berpotensi mengalami kebakaran lahan selama El Niño berlanjut. Pemkot mengimbau warga segera melaporkan kejadian kebakaran agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: terasmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top