MALUKU — PT Duta Topkey Energi memperkenalkan drone cleaning insulator untuk perawatan jaringan transmisi listrik, dengan demonstrasi di ULTG Yogyakarta pada 13 Oktober 2026. Perangkat ini membawa cairan pembersih khusus dan terbang sekitar 30 menit per pengisian, menyasar risiko flashover akibat endapan garam laut dan abu vulkanik. PLN menyambut positif, tetapi menekankan evaluasi teknis dan standar keselamatan sebelum penerapan luas.
Demonstrasi berlangsung di lingkungan Unit External ULTG Yogyakarta, Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah. Pengujian itu memperlihatkan metode pembersihan isolator dari udara, bukan lewat pemanjatan menara oleh personel.
Perusahaan menargetkan teknologi ini menjadi alternatif pemeliharaan rutin pada jaringan transmisi tegangan tinggi. Fokus awalnya adalah wilayah pesisir yang paling rentan terhadap kontaminasi.
Indonesia sebagai negara kepulauan punya garis pesisir panjang. Jaringan transmisi di area tersebut menumpuk endapan garam laut, debu, dan abu vulkanik.
Jika dibiarkan, lapisan kontaminan memicu flashover atau loncatan arus listrik di permukaan isolator. Gangguan semacam ini berisiko menurunkan keandalan pasokan listrik.
Drone dirancang menurunkan paparan personel terhadap pekerjaan di ketinggian. Pendekatan ini juga memangkas kebutuhan pemadaman saat perawatan dilakukan.
Direktur PT Duta Topkey Energi, Alex Xu, memaparkan bahwa perangkat dibekali tabung khusus berisi cairan pembersih. Formula cairan itu dirancang merontokkan kotoran pada isolator tanpa merusak jaringan listrik.
Drone mampu beroperasi presisi di udara selama sekitar 30 menit. Setelah itu, perangkat mendarat untuk proses penggantian tabung cairan sebelum melanjutkan pekerjaan.
Pengoperasian menuntut operator bersertifikasi khusus. Pada tahap awal, pelatihan mendatangkan tenaga ahli dari China dengan target transfer pengetahuan agar tenaga kerja lokal mampu menguasai teknologi dan menjadi instruktur mandiri.
Direktur Transmisi dan Perencanaan PLN, Daniel Tampubolon, menyambut positif gagasan pemanfaatan drone sebagai metode alternatif perawatan jaringan transmisi tegangan tinggi. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital penting untuk modernisasi infrastruktur energi.
PLN menegaskan penerapan lebih luas masih memerlukan evaluasi teknis dan operasional mendalam. Penggunaan wajib memenuhi standar keselamatan kerja ketat, keandalan peralatan, serta kesesuaian dengan kebutuhan operasional jaringan di lapangan.
CEO sekaligus Direktur Utama PT Duta Topkey Energi, Novita Emilda, menyebut inovasi ini sebagai alternatif metode pemeliharaan yang mengurangi risiko pekerjaan di ketinggian. "Melalui inovasi teknologi drone, kami ingin menghadirkan alternatif metode pemeliharaan yang dapat mengurangi paparan personel terhadap risiko pekerjaan di ketinggian, sekaligus mendukung pekerjaan yang lebih efektif dan efisien," ujar Novita dalam keterangan yang diterima detikINET, Sabtu (17/10/2026).
Adopsi drone untuk inspeksi dan perawatan jaringan listrik membuka ruang bagi penyedia jasa teknologi lokal. Model bisnisnya berpotensi mencakup penjualan perangkat, layanan pemeliharaan, dan pelatihan operator bersertifikat.
Bagi PLN, keputusan akhir tetap bergantung pada hasil uji lapangan dan kesiapan prosedur keselamatan. Tahap berikutnya adalah memperluas cakupan demonstrasi ke unit transmisi lain dengan karakter kontaminasi berbeda.