MALUKU — Razer resmi memperkenalkan Barracuda V2 Pro, headset gaming nirkabel premium dengan Hybrid Active Noise Cancellation dan daya tahan baterai hingga 70 jam. Perangkat ini menggabungkan koneksi 2,4 GHz via Razer HyperSpeed Wireless dan Bluetooth 6.0 yang bisa aktif bersamaan, membidik gamer mobile maupun pengguna PC yang butuh audio latensi rendah. Kehadirannya menambah persaingan di segmen headset gaming portabel yang kian ramai di pasar global.
Headset ini mengandalkan driver TriForce Bio-Cellulose berukuran 40 mm yang diklaim Razer mampu menghasilkan suara lebih natural, dengan detail frekuensi tinggi, vokal jernih, dan bass dalam. Pengguna PC mendapat akses ke THX Spatial Audio+ dengan virtual surround 7.1.4, yang menambahkan simulasi arah suara dari atas untuk pengalaman bermain lebih imersif.
Salah satu keunggulan utama Barracuda V2 Pro adalah kemampuan menerima dua koneksi sekaligus. Gamer bisa tetap mendengar audio permainan lewat jalur 2,4 GHz sambil menerima panggilan telepon atau memutar musik dari smartphone melalui Bluetooth.
Tombol SmartSwitch mempermudah perpindahan antar koneksi tanpa perlu mengatur ulang perangkat setiap kali berganti aktivitas. Kombinasi ini membuat headset cocok untuk sesi gaming panjang sekaligus panggilan kerja dan konsumsi hiburan di perjalanan.
Razer merancang Barracuda V2 Pro dengan bodi lipat dan bobot sekitar 285 gram untuk menunjang mobilitas. Tempat penyimpanan dongle nirkabel disematkan di dalam headset agar receiver kecil tidak mudah hilang saat dibawa bepergian.
Untuk komunikasi, tersedia mikrofon boom yang bisa dilepas. Dua mikrofon internal mengambil alih ketika pengguna memakai headset tanpa tangkai mikrofon, keduanya didukung peredam kebisingan berbasis AI untuk mengurangi suara latar.
Daya tahan baterai diklaim mencapai 70 jam dalam kondisi ANC mati, atau hingga 50 jam ketika ANC aktif. Pengisian daya memakai USB Type-C, dengan klaim pengisian cepat 15 menit untuk pemakaian sekitar enam jam.
Kombinasi tersebut membuat perangkat ini tidak hanya ditujukan untuk sesi gaming panjang, tetapi juga perjalanan, panggilan kerja, dan menikmati hiburan tanpa terlalu sering mengisi ulang baterai.
Langkah Razer memperluas lini Barracuda menunjukkan minat produsen periferal gaming pada segmen headset serbaguna, bukan sekadar aksesori untuk PC. Hybrid ANC dan konektivitas ganda menjadi pembeda yang biasa dicari pengguna yang memakai satu perangkat untuk bekerja dan bermain.
Razer belum merinci harga dan jadwal ketersediaan Barracuda V2 Pro di Indonesia. Informasi resmi terkait harga dan tanggal peluncuran global masih ditunggu, termasuk apakah perangkat ini akan masuk pasar lokal melalui distributor resmi Razer.