JAKARTA — Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa merinci dampak gangguan itu ke dalam beberapa kategori. Sebanyak 1.080 penerbangan mengalami keterlambatan, 1.324 penerbangan dibatalkan atau ditunda, 22 armada dialihkan ke bandara lain, 6 pesawat kembali ke bandara asal, dan 26 jadwal dimajukan.
Lonjakan terbesar terjadi pada periode 13 hingga 17 Oktober 2026. Dalam rentang empat hari itu, jumlah penerbangan terdampak bertambah 437 dari posisi sebelumnya.
Di Maluku, asap menyumbat operasional Bandara Pattimura Ambon dan Bandara Karel Sadsuitubun Langgur. Sementara di Maluku Utara, gangguan melanda Bandara Sultan Babullah Ternate dan Bandara Oesman Sadik Labuha.
Eskalasi di Pulau Sulawesi menjalar ke Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu, Maleo Morowali, Syukuran Aminuddin Amir Luwuk, Sultan Bantilan Tolitoli, Sangia Nibandera Kolaka, Betoambari Baubau, hingga Bandara Toraja.
Jalur internasional juga terkena. Sebanyak 14 jadwal penerbangan rute Singapura menuju Pontianak dan Palembang dibatalkan total.
Sektor penerbangan perintis dan kargo di daerah pedalaman menanggung dampak paling berat. Sebanyak 22 penerbangan logistik dibatalkan serentak di wilayah Koordinator Wilayah Singkep, Kuala Pembuang, Tanah Merah, hingga Gorontalo.
Pembatalan itu memutus jalur distribusi barang ke sejumlah daerah terpencil yang selama ini bergantung pada angkutan udara.
Ditjen Perhubungan Udara menginstruksikan seluruh otoritas bandara bersama AirNav dan BMKG mengaktifkan Prosedur Jarak Pandang Rendah atau Low Visibility Procedures. Langkah itu diambil untuk meredam kekacauan jadwal di pelataran udara.
"Dampak kabut asap terpantau meluas drastis selama periode 13 hingga 17 Oktober. Setiap keputusan operasional di lapangan tetap kami ambil dengan menaruh aspek keselamatan penerbangan sebagai prioritas absolut," kata Lukman dalam keterangan resminya pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Kemenhub belum memerinci berapa lama prosedur itu berlaku. Perpanjangan bergantung pada perkembangan jarak pandang yang dipantau BMKG di masing-masing bandara.