PIRU — Manager PLN ULP Piru Achmad Suyudi memimpin langsung pertemuan dengan Kepala Kejaksaan Negeri Seram Bagian Barat Herlambang Saputro, didampingi jajaran Team Leader PLN. Audiensi membahas dukungan pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah kerja ULP Piru, termasuk rencana pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM).
General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Dony Noor Gustiarsyah, menyebut listrik berperan sebagai penggerak aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik. Karena itu, PLN membuka ruang koordinasi dengan instansi penegak hukum sejak tahap perencanaan.
Herlambang Saputro menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga dalam setiap proses pembangunan infrastruktur. Menurutnya, pembangunan yang memberi manfaat bagi masyarakat tetap harus berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat bagi masyarakat perlu didukung melalui koordinasi yang baik antarlembaga. Kami berharap setiap proses pembangunan dapat berjalan sesuai ketentuan hukum, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dan turut mendorong kemajuan daerah," ungkap Herlambang.
Pola pendampingan ini lazim dipakai PLN di sejumlah wilayah untuk meminimalkan risiko sengketa lahan dan masalah perizinan saat pembebasan jalur jaringan. Dengan begitu, jadwal konstruksi tidak tersendat akibat persoalan hukum di lapangan.
Dua jenis saluran udara itu menjadi fokus pembahasan karena berperan langsung menjaga keandalan pasokan listrik. SUTT mengangkut daya dalam tegangan tinggi dari pusat pembangkit, sementara SUTM menyalurkannya ke gardu distribusi sebelum masuk ke rumah warga dan tempat usaha.
Bagi Kabupaten Seram Bagian Barat, penambahan kapasitas jaringan dibutuhkan untuk melayani pertumbuhan beban di kawasan permukiman maupun sentra usaha. Pasokan yang stabil disebut menjadi syarat awal bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha.
Dony menambahkan bahwa PLN UIW MMU akan terus mengedepankan kolaborasi dalam mempercepat pemerataan akses dan peningkatan kualitas layanan kelistrikan, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
"Kami ingin memastikan setiap pengembangan infrastruktur kelistrikan memberikan nilai tambah bagi daerah. Dengan pasokan listrik yang semakin andal, kami berharap semakin banyak usaha masyarakat yang berkembang, investasi tumbuh, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat," tutup Dony.
Penguatan jaringan listrik di Seram Bagian Barat diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik, mulai dari fasilitas kesehatan hingga sekolah. Selain itu, pasokan yang lebih andal membuka peluang bagi UMKM untuk menambah jam operasional dan kapasitas produksi.
Dari sisi investasi, ketersediaan listrik yang stabil menjadi salah satu pertimbangan calon penanam modal yang ingin masuk ke daerah. PLN menargetkan sinergi dengan Kejari SBB berlanjut pada tahap pelaksanaan proyek, termasuk pendampingan saat pembebasan lahan untuk jalur SUTT dan SUTM.