Yunita Siregar Sebut Perempuan di Film Laut Bercerita Pilar Kekuatan

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:18:31 WIB
Aktris Yunita Siregar menyebut karakter Asmara dalam film Laut Bercerita sebagai tokoh krusial yang mewakili suara keluarga korban orang hilang.

MALUKU — Aktris Yunita Siregar menyebut karakter Asmara yang diperankannya dalam film Laut Bercerita sebagai salah satu tokoh krusial yang mewakili suara keluarga korban orang hilang. Film adaptasi novel karya Leila S. Chudori itu dijadwalkan tayang di bioskop pada 29 Oktober mendatang. Dalam konferensi pers di Jakarta, Yunita menjelaskan bahwa para perempuan di cerita ini menjadi pilar kekuatan bagi para pejuang laki-laki.

Yunita Siregar memerankan Asmara, adik dari tokoh utama Biru Laut yang diperankan Reza Rahadian. Film Laut Bercerita juga melibatkan sederet nama besar seperti Eva Celia, Dian Sastrowardoyo, dan Christine Hakim. Konferensi pers film tersebut digelar di kawasan Jakarta pada Selasa (20/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Yunita membeberkan pendekatannya terhadap karakter Asmara. Ia menempatkan sosok adik Laut sebagai bagian dari jaringan perempuan yang menopang perjuangan para tokoh laki-laki di film.

Posisi Perempuan dalam Kisah Laut Bercerita

Yunita menyebut Asmara krusial bersama para perempuan lain di cerita, termasuk sosok Ibu, Mbak Kinan, dan Mbak Anjani. Menurutnya, karakter-karakter perempuan itu bukan pelengkap, melainkan penopang utama para pejuang.

"Asmara menurut saya salah satu karakter yang krusial bersama para perempuan lainnya di film, di cerita ini. Ibu, Mbak Kinan, dan juga Mbak Anjani. Perempuan-perempuan di sini memang pilar kekuatan dari para pejuang laki-laki di sini juga," ucap Yunita.

Ia menegaskan bahwa perjuangan para perempuan itu berjalan sejajar dengan tokoh laki-laki, meski caranya berbeda. Asmara mengambil jalur yang tidak terlihat di jalanan.

Advokasi di Ruang Pengadilan, Bukan di Jalan

Yunita menjelaskan bahwa Asmara berjuang lewat ruang advokasi dan pengadilan. Pilihan itu sengaja ditonjolkan untuk menunjukkan bahwa perlawanan tidak selalu berbentuk demonstrasi besar.

"Dia berjuang enggak turun ke jalan, dia berjuang di ruangan advokasi, di ruangan pengadilan gitu," kata Yunita.

Jalur hukum itu menjadi cara Asmara memperjuangkan hak-hak masyarakat yang terdampak. Pendekatan ini juga membedakannya dari tokoh-tokoh lain yang turun langsung ke lapangan.

Mencari Kebenaran untuk Keluarga Korban Hilang

Bagi Yunita, kegigihan Asmara mencari titik terang keberadaan korban berakar pada dedikasi terhadap orang yang disayangi. Karakter ini disebutnya bersuara mewakili keluarga-keluarga korban orang hilang.

"Dan Asmara di sini mungkin bersuara mewakili keluarga-keluarga korban, keluarga Biru Laut Wibisana di luar sana yang lainnya di dalam gelap, di dalam rasa kehilangan, ketidakpastian itu tapi mencoba untuk berdiri tegak, mencari kebenaran, merawat ingatan," tutur Yunita.

Ia menambahkan, pencarian kebenaran di tengah kegelapan menjadi bentuk penghormatan paling tinggi bagi orang yang dicintai Asmara.

Premis Film dan Jadwal Tayang

Laut Bercerita berfokus pada Biru Laut, mahasiswa yang aktif dalam kelompok bernama Winatra. Kelompok itu menentang segala bentuk kezaliman pemerintah. Novelnya lebih dulu dikenal luas sebelum diadaptasi ke layar lebar.

Film ini dijadwalkan tayang pada 29 Oktober mendatang. Deretan pemain senior dan nama-nama populer di jajaran cast membuatnya masuk daftar tunggu penonton bioskop Indonesia.

Bagi Yunita, Laut Bercerita menambah catatan peran serius di luar genre yang biasa ia mainkan. Adaptasi novel besar dengan tema sejarah kelam kerap jadi ajang pembuktian aktor muda di pasar film nasional.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top