MALUKU — BenQ Indonesia memperkenalkan dua proyektor khusus simulator golf berbasis AI, AK900ST dan AK800ST, di ajang Indonesia Golf Festival 2026 di Jakarta. Kedua model flagship ini mengusung sumber cahaya laser, resolusi 4K UHD, dan fitur Golf Mode yang menyesuaikan profil warna secara otomatis. Langkah BenQ menyasar pasar simulator golf lokal yang masih tergolong baru.
Dua perangkat yang diperkenalkan BenQ Indonesia menyasar kebutuhan spesifik: simulasi lapangan golf dengan tampilan visual yang mendekati kondisi asli. Pendekatan ini berbeda dari proyektor presentasi atau hiburan rumahan yang umum dijual di pasar.
Pembeda utamanya ada pada Golf Mode berbasis AI. Fitur tersebut menyesuaikan profil warna secara otomatis sehingga rumput tampil lebih hijau dan langit lebih biru saat lapangan diproyeksikan ke layar.
AK900ST dan AK800ST mendukung proyeksi berukuran 60 hingga 300 inci dengan resolusi 4K UHD. Sumber cahaya laser disebut memiliki usia pakai 20.000 sampai 30.000 jam, jauh lebih panjang dibanding proyektor lampu konvensional yang perlu penggantian berkala.
Jika dipakai sekitar delapan jam sehari, usia 30.000 jam setara lebih dari 10 tahun pemakaian secara teoritis. Masa pakai aktual tetap bergantung pada pola penggunaan dan kondisi perangkat.
BenQ juga membekali keduanya dengan fitur yang memudahkan installer, mulai dari koreksi keystone 3D otomatis hingga auto screen fit untuk menyesuaikan gambar dengan ukuran layar.
AK800ST ditujukan untuk instalasi simulator golf kustom atau custom-built GolfSim. Kecerahannya 5.000 ANSI lumens dengan rasio jarak tembak 0,69–0,83 dan motor zoom 1,2x, memungkinkan gambar besar dari jarak relatif dekat.
AK900ST memiliki spesifikasi lebih tinggi dan dirancang untuk instalasi mandiri atau DIY. Kecerahannya mencapai 6.000 ANSI lumens dengan rasio jarak tembak 0,81–0,89 dan motor zoom 1,1x.
Keduanya menyediakan pergeseran lensa vertikal hingga ±60%, horizontal ±23%, dan putaran hingga ±20 derajat. Fleksibilitas ini berguna ketika posisi proyektor tidak bisa tepat di tengah layar atau ruang instalasi terbatas.
Dua proyektor ini sama-sama mendukung tampilan 3D dan punya konektivitas lengkap: tiga port HDMI, satu LAN, satu RS232, audio out 3,5 mm, dua USB Type-A untuk pembaruan firmware dan dongle Wi-Fi opsional, serta dua Sync Out VESA. Speaker terintegrasi berdaya 10 W turut disematkan.
BenQ memberikan garansi servis dan penggantian suku cadang selama tiga tahun. Dukungan purna jual ini menjadi pertimbangan tersendiri untuk perangkat yang dipakai di instalasi simulator golf rumahan maupun fasilitas komersial.
Popularitas simulator golf meningkat selama pandemi COVID-19, terutama di Amerika Serikat. Saat aktivitas luar ruang dibatasi, sebagian pengguna mulai merakit simulator sendiri di garasi rumah. Tren itu lalu menyebar ke Eropa dan Asia Pasifik, termasuk Australia, Jepang, dan Thailand.
Di Indonesia, pasar simulator golf masih baru. BenQ ingin bekerja sama dengan mitra dan media untuk memperkenalkan teknologi ini ke lebih banyak calon pengguna.
Target pasarnya mencakup pemilik rumah mewah yang ingin fasilitas golf pribadi hingga tempat latihan olahraga. BenQ juga melihat peluang di sekolah-sekolah olahraga agar anak-anak mengenal golf sejak dini tanpa selalu berlatih di lapangan sungguhan.
Selain memperluas pasar, BenQ mendorong peralihan dari proyektor Full HD ke 4K untuk kebutuhan simulator golf. Resolusi lebih tinggi diharapkan menghadirkan detail visual lebih tajam saat gambar diproyeksikan ke layar besar.
BenQ mengklaim sebagai merek nomor satu dunia di segmen proyektor simulator golf karena belum ada pesaing yang merancang proyektornya khusus untuk kebutuhan GolfSim. Klaim tersebut belum diverifikasi pihak independen, tetapi menunjukkan posisi BenQ yang ingin dimainkan di kategori ini.
Bagi pelaku bisnis digital dan investor, langkah BenQ memberi sinyal bahwa perangkat keras niche seperti simulator golf mulai dilirik serius di Indonesia. Ekosistem pendukungnya, dari software simulasi hingga jasa instalasi, berpotensi tumbuh mengikuti masuknya pemain perangkat keras global.