Pencarian

Mubes IV PUSAKA Haria di Ambon Tentukan Ketua Umum Baru, Perkuat Persaudaraan Warga Leawaka

Sabtu, 24 Oktober 2026 • 13:45:31 WIB
Mubes IV PUSAKA Haria di Ambon Tentukan Ketua Umum Baru, Perkuat Persaudaraan Warga Leawaka
Ketua Panitia Mubes IV PUSAKA Haria, Heri Manuhutu, menyampaikan laporan dalam pembukaan musyawarah di Ambon.

AMBON — Ketua Panitia Mubes IV PUSAKA Haria, Heri Manuhutu, menyebut forum itu sebagai bagian penting upaya menjaga keberlangsungan organisasi sebagai wadah pemersatu masyarakat Leawaka Haria. Menurutnya, musyawarah tidak berhenti pada pergantian kepengurusan, tetapi juga harus melahirkan komitmen bersama membangun masa depan organisasi.

Evaluasi Perjalanan Organisasi Jadi Agenda Utama

Pelaksana Tugas Ketua Umum Pengurus Besar PUSAKA Haria, M.A. Latupeirissa, menegaskan musyawarah besar harus dimanfaatkan untuk mengevaluasi perjalanan organisasi secara jujur, terbuka, objektif, dan bertanggung jawab. Evaluasi dinilai perlu untuk melihat sejauh mana organisasi memberi manfaat kepada anggota.

Latupeirissa juga menyoroti pentingnya memperkuat komunikasi antara pengurus besar, pengurus daerah, dan rayon. Semangat persatuan, katanya, harus tetap diwariskan kepada generasi muda.

"PUSAKA adalah rumah bersama kita, bukan milik segelintir orang atau kelompok tertentu. Setiap kontribusi harus dihargai dan setiap anggota harus diberi ruang untuk terlibat," pesan yang ditekankan dalam sambutannya.

Ia mengajak seluruh peserta mengikuti persidangan dengan tertib dan mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Kepentingan bersama, menurutnya, harus berada di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Perbedaan Pandangan Dianggap Wajar, Asal Tak Merusak Persaudaraan

Latupeirissa menilai perbedaan pandangan dalam musyawarah merupakan hal wajar. Namun perbedaan itu tidak boleh merusak ikatan persaudaraan yang selama ini menjadi fondasi organisasi.

Keberhasilan Mubes, ujarnya, tidak semata diukur dari proses pemilihan pemimpin. Keputusan yang dapat diterima, dilaksanakan, dan dipertanggungjawabkan bersama dinilai sama pentingnya.

"Jabatan merupakan tanggung jawab untuk melayani, bukan kesempatan untuk dilayani," menjadi pesan penting bagi siapa pun yang nantinya menerima amanah memimpin PUSAKA Haria.

Pemerintah Negeri Haria Minta Tema Diterjemahkan Jadi Program Nyata

Kepala Pemerintahan Negeri Haria, N.J. Sahuleka, menegaskan PUSAKA merupakan rumah bersama anak-anak Leawaka Amapati, terutama mereka yang berada di tanah rantau. Organisasi itu dibangun melalui perjuangan para pendahulu dan senior dengan pengorbanan yang tidak sedikit.

Karena itu, seluruh anggota memiliki tanggung jawab menjaga dan merawat PUSAKA agar tetap berdiri kokoh sebagai simbol persatuan. Sahuleka berharap tema Mubes IV tidak berhenti sebagai slogan.

Ia meminta tema itu diwujudkan melalui program-program nyata yang mampu menjawab tantangan pembangunan, baik di tingkat nasional, daerah, kecamatan, maupun negeri.

Pemimpin Terpilih Diminta Punya Hati untuk Melayani

Sahuleka menyoroti agenda pemilihan ketua umum baru yang akan memimpin PUSAKA Haria selama lima tahun ke depan. Pemerintah, katanya, menghormati hak seluruh anggota dalam menentukan pemimpin organisasi.

Namun ia mengingatkan sosok terpilih harus memiliki hati untuk melayani, mampu melindungi anggota, serta menjadi figur yang merangkul dan mempersatukan seluruh warga PUSAKA. Kepemimpinan seperti itu dinilai penting agar organisasi tidak hanya menjadi wadah berkumpul.

Dampak nyata bagi kemajuan Negeri Haria dan masyarakat Leawaka Amapati menjadi ukuran yang diminta pemerintah negeri.

Generasi Muda Diminta Ambil Peran, Bukan Sekadar Jadi Penerus

Mubes IV PUSAKA Haria diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk terlibat aktif, menyampaikan gagasan, mengembangkan kemampuan, dan mengambil tanggung jawab dalam organisasi. Plt. Ketua Umum PB PUSAKA Haria mengingatkan generasi muda bukan sekadar penerus, melainkan bagian penting dari kekuatan organisasi saat ini.

Ia mengajak seluruh anggota merawat warisan persaudaraan para pendahulu dan menjaga komunikasi. Setiap persoalan, menurutnya, sebaiknya dijadikan kesempatan mencari solusi bersama.

Melalui Mubes IV, PUSAKA Haria diharapkan semakin solid, tertata, terbuka, dan mampu menjalankan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan anggota serta masyarakat. Semangat "Sapa Angka PUSAKA, PUSAKA Angka Dia, Sapa Lia PUSAKA, PUSAKA Lia Dia" pun diharapkan menjadi komitmen bersama untuk saling memperhatikan, membantu, dan menjaga persaudaraan dalam berbagai situasi.

Follow maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: wartamaluku.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks