Bupati Buru Ikram Umasugi Salurkan Bantuan Beras ke Warga Namlea, 1.962 KPM Terima 30 Kg

Penulis: Pandu Wibisono  •  Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:16:31 WIB
Bupati Buru Ikram Umasugi menyalurkan bantuan beras kepada warga Namlea bersama Wakil Bupati Sudarmo dan Sekda Asis Tomia.

NAMLEA — Bantuan pangan beras disalurkan Pemerintah Kabupaten Buru dengan melibatkan Bulog sebagai mitra penyedia. Bupati Ikram Umasugi menyebut penyaluran itu merupakan bagian dari kebijakan pemerintah daerah, bukan bantuan yang datang tiba-tiba tanpa proses.

"Bantuan ini adalah sebuah proses kebijakan pemerintah daerah yang bekerjasama dengan pihak Bulog, bukan menunggunya jatuh dari langit," ucap Ikram dalam sambutannya.

Penyaluran dilakukan dengan mendatangi masyarakat di tiap kecamatan dan desa. Ikram turun langsung bersama Wakil Bupati Sudarmo dan Sekda Asis Tomia untuk memastikan bantuan sampai ke penerima.

1.962 KPM di Namlea Terima 30 Kilogram Beras

Camat Namlea Gita Kumala Sari Kiahaly menyebut jumlah penerima bantuan pangan beras di Desa Namlea mencapai 1.962 KPM. Setiap penerima memperoleh 30 kilogram beras.

Pemerintah Kecamatan Namlea telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait agar penyaluran berjalan tertib. Gita menegaskan prosesnya mengutamakan ketepatan sasaran dan ketepatan jumlah.

"Kami memastikan proses penyaluran dilaksanakan secara tertib, dengan utamakan ketepatan sasaran dan ketepatan jumlah, sehingga bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak," pungkasnya.

Alasan Bantuan Disalurkan Saat Tekanan Ekonomi Meningkat

Ikram menyebut kondisi perekonomian nasional serta cuaca ekstrem menjadi latar penyaluran bantuan. Sebagai kepala daerah, ia menilai negara bertanggung jawab melindungi dan menjamin kesejahteraan warganya, terutama saat krisis ekonomi dan kemiskinan melanda.

Bantuan beras dipilih karena merupakan kebutuhan pokok sehari-hari. Menurut Ikram, penyaluran langsung oleh bupati menjadi bentuk transparansi agar anggaran daerah benar-benar sampai ke tangan yang berhak.

Secara birokrasi, bantuan yang diserahkan merupakan amanah dari pemerintah pusat yang diteruskan ke masyarakat. Ikram menilai kehadiran pemerintah daerah di tengah kesulitan warga menjadi bukti nyata kepedulian negara.

Bukan Sekadar Bantuan Konsumtif

Ikram menegaskan bantuan yang ideal bukan sekadar instrumen konsumtif jangka pendek. Bantuan harus memiliki makna pemberdayaan untuk memulihkan kemandirian masyarakat.

"Bantuan ini ditujukan agar masyarakat bisa kembali produktif dan mandiri secara ekonomi dalam jangka panjang," ujarnya.

Penyaluran yang adil dan tepat sasaran dinilai menjaga tingkat kepercayaan warga terhadap pemerintah. Ikram juga menyebut langkah itu membantu meredam gejolak sosial di tengah tekanan ekonomi.

"Sudah keharusan bagi kami selaku Pemerintah Daerah untuk melayani masyarakat. Salah satunya melalui bantuan beras yang memang menjadi kebutuhan pokok sehari-hari," ungkap Bupati.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: tribun-maluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top