Maestro Patung Azmir Azhari Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

Penulis: Ramli Siregar  •  Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:47:31 WIB
Pematung Azmir Azhari meninggal dunia di RSUD Pondok Gede, Jakarta, pada Selasa, 27 Oktober 2026, dalam usia 73 tahun.

MALUKU — Seniman patung realis Azmir Azhari meninggal dunia di RSUD Pondok Gede, Jakarta, pada Selasa, 27 Oktober 2026, dalam usia 73 tahun. Kabar duka disampaikan anak mendiang, Adriel, melalui Instagram Story akun sang seniman pada pagi hari. Jenazah sempat tertahan di rumah sakit sebelum akhirnya bisa dibawa ke rumah duka untuk disalatkan dan dimakamkan sore harinya.

Pematung kelahiran Payakumbuh, Sumatra Barat, 1 Januari 1953, itu meninggalkan jejak panjang di dunia seni rupa Indonesia. Azmir Azhari dikenal lewat karya patung realis yang mengabadikan sosok pahlawan nasional, salah satunya patung Jenderal Soedirman di Purbalingga.

Kabar berpulangnya Azmir pertama kali muncul lewat unggahan Adriel di Instagram Story akun sang ayah. "Innalillahi wa innailaihi rojiun, telah berpulang seniman patung Azmir Azhari," tulis Adriel dalam unggahan tersebut.

Pada pagi hari, jenazah masih berada di rumah sakit karena menghadapi kendala. Baru pada siang harinya proses pemindahan bisa dilakukan.

Perjalanan Azmir Azhari dari Melukis ke Seni Patung

Ketertarikan Azmir pada dunia seni tumbuh sejak usia belia. Ia mulanya menekuni melukis, lalu beralih ke pembentukan patung tanah liat saat duduk di bangku sekolah menengah.

Pendidikan tingginya ditempuh di ASRI, yang kini bernama Institut Seni Indonesia Yogyakarta, dengan jurusan Seni Lukis pada 1973. Setahun kemudian, Azmir pindah haluan ke Seni Patung.

Keputusan itu tak lepas dari pengaruh Edhi Soenarso, maestro patung Indonesia, serta pematung asal Prancis Auguste Rodin. Keduanya disebut Azmir sebagai sosok yang membentuk keinginannya menjadi pematung.

Lebih dari 50 Karya, dari Purbalingga hingga Mancanegara

Tangan dingin Azmir telah menghasilkan setidaknya 50 patung. Selain patung Jenderal Soedirman dan patung Knalpot di Purbalingga, ia membuat patung Kapten Pierre Tendean yang kini tersimpan di Museum Satria Mandala.

Karya Azmir juga menyeberang ke sejumlah negara, antara lain China, Hong Kong, Jepang, dan Singapura. Patung Taufik Kiemas menjadi salah satu karyanya yang dikenal publik Tanah Air.

Bagi Azmir, seni patung bukan sekadar bentuk estetika. Ia memandangnya sebagai cara merekam sejarah para pahlawan dalam wujud tiga dimensi.

"Seni patung yang saya dalami adalah catatan sejarah dari para pahlawan," kata Azmir kepada CNNIndonesia.com pada 2020.

"Yang dapat direkam supanya, bentuknya, wajahnya, sikapnya, geraknya, proporsi tubuhnya menjadi satu bentuk tiga dimensi yang diabadikan. Sehingga, orang melihat, wah ini pahlawan saya," ujarnya melanjutkan.

Rumah Duka dan Proses Pemakaman

Setelah jenazah tiba di rumah duka, prosesi dilanjutkan dengan disalatkan. Pemakaman dijadwalkan berlangsung pada sore hari di hari yang sama.

Sejumlah kalangan seni Tanah Air menyampaikan duka atas kepergian Azmir. Nama sang maestro tercatat sebagai salah satu pematung realis yang konsisten mengangkat tema kepahlawanan selama puluhan tahun.

Kepergian Azmir menutup satu babak penting dalam sejarah seni patung Indonesia. Karya-karyanya yang tersebar di ruang publik dan museum menjadi penanda kontribusinya bagi dokumentasi visual para tokoh bangsa.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top