Festival Buka Sasi Teluk Un di Kota Tual Digelar untuk Ketiga Kali, 3.000 Benih Kerapu Putih Ditebar

Penulis: Pandu Wibisono  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:17:01 WIB
Festival Buka Sasi Teluk Un di Kota Tual digelar untuk ketiga kali dengan penyesuaian anggaran.

TUAL — Kepala Ohoi Taar Charles Jan Tarantein menyebut festival buka sasi tahun ini berlangsung dengan penyesuaian anggaran akibat kebijakan efisiensi. Pemerintah ohoi juga mendukung agenda Sidang MPL Sinode Gereja Protestan Maluku di wilayah tersebut, sehingga sejumlah kegiatan pendukung tidak digelar maksimal.

Perlombaan dan pertunjukan tari yang biasanya memeriahkan festival tidak dilaksanakan sepenuhnya. Pemerintah ohoi tetap berkolaborasi dengan pihak klasis, panitia, dan unsur terkait untuk menggelar makan patita sebagai bagian rangkaian kegiatan.

Sasi Ditutup pada Tahun Ganjil, Dibuka pada Tahun Genap

Teluk Un menerapkan pola sasi dua tahunan: kawasan ditutup pada tahun ganjil dan dibuka pada tahun genap. Tarantein menyebut pola itu diambil karena teluk tersebut menjadi tumpuan hidup warga Ohoi Taar.

"Teluk Un ini bisa disebut sebagai jantung Ohoi Taar karena kehidupan masyarakat banyak bergantung pada kawasan tersebut. Karena itu, kami mengambil langkah bijak dengan menutup sasi pada tahun ganjil dan membukanya pada tahun genap," ujarnya.

Penutupan berkala memberi kesempatan sumber daya laut berkembang sebelum kembali dimanfaatkan. Menurut Tarantein, pemanfaatan tanpa jeda dikhawatirkan memengaruhi keberlanjutan hasil perikanan dan aktivitas ekonomi warga.

3.000 Benih Kerapu Putih Ditebar di Teluk Un

Kepala UPTD Balai Budidaya Laut Tual Provinsi Maluku Petrus Jermias Metekohy menyatakan pihaknya menebar 3.000 benih ikan kerapu putih untuk mendukung kawasan tersebut. Langkah itu bagian dari penguatan budidaya perikanan yang digagas pemerintah ohoi.

Pengembangan kerapu putih disebut sebagai upaya memperkuat perekonomian warga sekaligus mendorong Ohoi Taar sebagai sentra budidaya perikanan. Tarantein menilai kolaborasi dengan balai budidaya laut memberi nilai tambah bagi hasil laut setempat.

Potensi Wisata Religi dan Sejarah di Ohoi Taar

Festival juga diarahkan memperkenalkan potensi wisata Ohoi Taar, mulai dari wisata budaya, bahari, hingga religi dan sejarah. Salah satu andalannya adalah Tugu Injil yang berkaitan dengan sejarah masuknya agama Kristen dan perkembangan GPM di Kepulauan Kei.

Tarantein mengakui sarana dan prasarana pendukung masih kurang. "Kami menyadari masih banyak kekurangan, terutama sarana dan prasarana pendukung. Namun, hal itu tidak menyurutkan niat kami untuk terus mempromosikan pariwisata Ohoi Taar," katanya.

Pada 2022, sekitar 76 orang tercatat mengunjungi objek wisata religi di Ohoi Taar. Angka itu disebut sebagai indikasi awal bahwa potensi wisata setempat bisa dikembangkan lewat promosi dan kegiatan budaya.

Gubernur Maluku Berhalangan Hadir

Kondisi cuaca dan perubahan agenda sejumlah tamu undangan memengaruhi pelaksanaan kegiatan. Gubernur Maluku yang sebelumnya diharapkan hadir tidak datang ke festival.

Ke depan, Tarantein berharap Festival Buka Sasi Teluk Un bisa digelar lebih besar melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. Dukungan itu dinilai perlu agar festival menarik lebih banyak wisatawan, memperkuat pelestarian budaya, dan memperluas dampak ekonomi bagi warga Ohoi Taar.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: tribun-maluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top