Anggota DPRD Maluku Julius Rutasouw Ajak Pemuda di Ambon Berkarya dan Beri Kritik Disertai Solusi

Penulis: Pandu Wibisono  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:47:01 WIB
Anggota DPRD Maluku Julius Rutasouw menyampaikan ajakan kepada pemuda di Balai Kota Ambon, Selasa (27/10/2026).

AMBON — Ajakan itu disampaikan Rutasouw di Balai Kota Ambon, Selasa (27/10/2026), sehari menjelang peringatan Sumpah Pemuda. Menurut dia, nilai persatuan dan perjuangan pemuda harus tampak dalam sikap peduli terhadap persoalan warga, keberanian menyampaikan aspirasi, serta keterlibatan langsung dalam proses pembangunan.

Kritik ke Pemerintah Harus Disertai Solusi

Rutasouw menempatkan kritik sebagai bagian sah dari peran pemuda. Namun ia memberi syarat: kritik mesti dibarengi jalan keluar.

"Kaum muda harus mengambil bagian dalam pembangunan. Selain memiliki rasa patriotisme dan memegang nilai-nilai positif, kritik terhadap pemerintah juga harus disertai solusi," ujar Rutasouw.

Pernyataan itu menyasar kebiasaan berpendapat tanpa tawaran konkret. Bagi Rutasouw, perbedaan pandangan termasuk terhadap kebijakan pemerintah sebaiknya disampaikan secara konstruktif dengan mengedepankan kepentingan bersama.

Pemuda Diminta Tak Jadi Penonton Pembangunan

Legislator itu menilai generasi muda memegang peran strategis dalam menentukan arah masa depan Maluku. Ia berharap pemuda tidak sekadar menonton, tetapi ikut menjawab tantangan pembangunan lewat gagasan kreatif dan inovatif.

Rutasouw juga menyoroti perlunya perhatian lebih besar terhadap kebutuhan dan pengembangan potensi anak muda di Maluku. Dukungan itu dinilai penting agar mereka punya ruang lebih luas untuk berkreasi, berorganisasi, mengembangkan kemampuan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Modal Bangun Daerah: Persatuan dan Tanggung Jawab

Dalam pandangan Rutasouw, semangat Sumpah Pemuda mestinya menjadi pengingat bahwa persatuan, patriotisme, dan tanggung jawab adalah modal utama membangun daerah. Tiga hal itu ia sebut sebagai bekal yang tidak boleh luntur di kalangan generasi muda.

Ia berharap momentum Hari Sumpah Pemuda 2026 mendorong pemuda Maluku semakin aktif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. Posisi mereka, kata dia, adalah mitra strategis pemerintah untuk mewujudkan pembangunan daerah yang lebih baik.

"Masa depan Maluku membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki semangat persatuan, tetapi juga keberanian untuk berbuat, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah," ujarnya.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: koreri.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top