MALUKU — Nintendo Switch 2 Lite dirumorkan akan memakai platform manufaktur Samsung 8LPU+ yang diklaim lebih hemat daya hingga 15% dan lebih murah diproduksi. Teknologi ini dijadwalkan diperkenalkan Samsung di konferensi IEEE IEDM pada 14 Desember 2026, sebagai pengembangan lanjutan dari proses 8 nm yang sudah dipakai chip NVIDIA T239 di Switch 2 reguler. Jika terwujud, konsol ini bisa menjadi opsi lebih terjangkau bagi gamer di tengah mahalnya harga perangkat gaming tahun ini.
Nintendo Switch 2 Lite belum dikonfirmasi resmi, tetapi sejumlah pengamat hardware mulai mengaitkan konsol portabel itu dengan platform Samsung 8LPU+. Teknologi proses manufaktur tersebut diklaim mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan efisiensi daya dibandingkan generasi chip yang dipakai Switch 2 saat ini.
Rumor ini muncul di tengah kondisi pasar konsol yang sedang tertekan. Harga perangkat gaming naik sepanjang tahun ini akibat kelangkaan komponen memori yang belum juga surut, sehingga kehadiran varian murah menjadi harapan tersendiri bagi calon pembeli.
Samsung dijadwalkan memperkenalkan platform 8LPU+ dalam konferensi IEEE International Electron Devices Meeting (IEDM) pada 14 Desember 2026. Proses ini merupakan pengembangan lanjutan dari teknologi 8 nm milik Samsung.
Menurut klaim Samsung, 8LPU+ mampu meningkatkan performa hingga 12%, menurunkan konsumsi daya sebesar 15%, dan memangkas luas area logika chip sebesar 8% dibandingkan proses 8LPU sebelumnya. Angka-angka itu yang membuat platform ini diprediksi cocok untuk perangkat gaming portabel yang sensitif terhadap daya tahan baterai.
Nintendo Patents Watch memprediksi platform 8LPU+ akan dipakai di Switch 2 Lite. Prediksi itu berangkat dari fakta Switch 2 reguler sudah menggunakan chip NVIDIA T239 yang diproduksi dengan proses 8 nm dari Samsung.
Chip T239 menggabungkan delapan inti CPU Arm Cortex-A78C dengan GPU berbasis arsitektur Ampere yang memiliki 1.536 inti CUDA. Secara teori, NVIDIA bisa mengadaptasi chip yang sama ke proses 8LPU+ tanpa merancang prosesor dari nol, sehingga biaya pengembangan dan produksi ikut terpangkas.
Untuk mencapai harga lebih terjangkau, Nintendo diperkirakan memakai konfigurasi GPU dengan jumlah inti lebih sedikit. Konsekuensinya, performa grafis Switch 2 Lite berpotensi berada di bawah Switch 2 reguler.
Meski begitu, penggunaan arsitektur yang sama dapat membantu mempertahankan kompatibilitas game antarvarian. Efisiensi daya yang lebih baik juga menguntungkan saat perangkat dipakai dalam mode handheld, yang menjadi mode utama konsol portabel.
Rumor lain menyebut Switch 2 Lite hadir dengan layar LCD lebih kecil dan tanpa dukungan menghubungkan konsol ke TV melalui dock. Pendekatan itu sejalan dengan strategi Switch Lite generasi pertama yang menghilangkan sejumlah fitur dari model utama demi pengalaman bermain portabel.
Samsung mengembangkan 8LPU+ terutama untuk pelanggan di ekosistem manufaktur 8 nm, termasuk sektor otomotif dan robotika. Belum ada konfirmasi bahwa Nintendo maupun NVIDIA akan memakai proses tersebut untuk konsol baru.
Artinya, teknologi ini memang membuka peluang bagi perangkat yang lebih hemat daya dan murah diproduksi. Namun peluang itu belum menjadi bukti bahwa Switch 2 Lite benar-benar sedang disiapkan.
Bagi pengguna Indonesia yang menunggu varian Switch dengan harga lebih ramah kantong, kabar ini masih berstatus rumor. Perkembangan berikutnya baru bisa dipastikan setelah Samsung memaparkan detail 8LPU+ di IEDM, atau jika Nintendo dan NVIDIA buka suara soal rencana chip generasi berikutnya.