Pencarian

Gubernur Maluku Ungkap Sampah Jadi Masalah Utama Pariwisata Daerah

Senin, 04 Mei 2026 • 12:24:58 WIB
Gubernur Maluku Ungkap Sampah Jadi Masalah Utama Pariwisata Daerah
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyoroti masalah sampah sebagai hambatan utama pengembangan pariwisata daerah.

AMBON — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa persoalan kebersihan lingkungan masih menjadi tantangan besar bagi sektor pariwisata di Bumi Raja-Raja. Kondisi lingkungan yang kotor akibat sampah dinilai menghambat potensi daerah dalam menarik kunjungan wisatawan mancanegara.

Melalui pesan singkat pada Sabtu (2/5), Hendrik menekankan bahwa pembangunan Maluku saat ini sangat bertumpu pada sektor-sektor unggulan. Pariwisata menjadi salah satu pilar yang diharapkan mampu mendongkrak ekonomi lokal jika dikelola dengan standar kebersihan yang baik.

"Kita harus akui salah satu daya tarik wisatawan mau berkunjung ke Maluku karena kondisi lingkungan yang bersih dan terjaga. Namun sayangnya, persoalan lingkungan termasuk sampah masih menjadi persoalan serius," ujar Hendrik Lewerissa.

Tantangan Kebersihan di Tengah Ambisi Sektor Unggulan

Pemerintah Provinsi Maluku kini tengah berupaya keras memacu masuknya investasi melalui sektor pariwisata. Namun, Hendrik menyadari bahwa infrastruktur yang megah tidak akan berarti banyak jika masalah dasar seperti pengelolaan sampah belum tuntas di lapangan.

Menurutnya, kebersihan lingkungan adalah syarat mutlak bagi turis mancanegara sebelum memutuskan berkunjung ke suatu destinasi. Jika isu pencemaran lingkungan terus dibiarkan, dikhawatirkan citra pariwisata Maluku akan merosot di mata internasional.

"Wisatawan mau datang tapi kalau lingkungan kotor tercemar, mereka tidak mau datang. Dalam skala yang kecil saya mengimbau lembaga keagamaan termasuk gereja untuk biasakan menjaga lingkungan," tegasnya.

Peran Lembaga Keagamaan dalam Kampanye Sadar Lingkungan

Gubernur menyatakan pemerintah daerah tidak bisa bergerak sendiri dalam mengampanyekan gerakan sadar lingkungan. Diperlukan dukungan masif dari berbagai elemen masyarakat, terutama lembaga pemerintah dan lembaga keagamaan yang memiliki kedekatan emosional dengan warga.

Lembaga keagamaan diharapkan mampu menyisipkan pesan-pesan pelestarian alam dalam setiap kegiatan peribadatan. Langkah ini dinilai efektif untuk mengubah pola pikir masyarakat Maluku terkait cara membuang sampah yang benar dan bertanggung jawab.

Keterlibatan aktif tokoh agama dianggap sebagai kunci untuk mempercepat transformasi budaya bersih di tingkat akar rumput. Hendrik yakin, jika tokoh agama sudah bersuara, masyarakat akan lebih patuh dalam menjaga keasrian destinasi wisata di sekitar mereka.

Membangun Karakter Peduli Sampah Sejak Usia Dini

Fokus utama lainnya yang disoroti Gubernur adalah pendidikan karakter bagi generasi muda. Ia mendorong lembaga keagamaan dan sekolah-sekolah untuk menanamkan budaya peduli sampah kepada anak-anak sejak usia dini agar menjadi perilaku permanen hingga dewasa.

"Kalau kita mampu menumbuhkan karakter yang menjaga lingkungan sejak usia dini dan terbentuk perilaku yang sadar menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak sembarang membuang sampah, maka kita telah memberikan kontribusi nyata," jelas Hendrik.

Hendrik berharap masyarakat dapat membantu pemerintah daerah dalam mendorong masuknya wisatawan ke Maluku. Partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan akan menjadi sinyal positif bagi para investor untuk menanamkan modalnya di sektor pariwisata Maluku.

Bagikan
Sumber: siwalima.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks