Pencarian

TNI AL Ambon Gagalkan Penyelundupan Nuri dan Tanduk Rusa

Senin, 11 Mei 2026 • 14:27:02 WIB
TNI AL Ambon Gagalkan Penyelundupan Nuri dan Tanduk Rusa
TNI AL Ambon bersama BKSDA mengamankan burung nuri dan tanduk rusa hasil penyelundupan di Pelabuhan Yos Sudarso.

Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX Ambon bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku mengamankan barang bukti saat pemeriksaan rutin di area embarkasi, Senin lalu. Penumpang yang membawa paket mencurigakan itu langsung diamankan untuk diperiksa lebih lanjut.

Mesin X-Ray Deteksi Paket Mencurigakan

Komandan Kodaeral IX Ambon, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, menjelaskan pengungkapan ini berawal dari pemindaian mesin X-Ray di pintu masuk pelabuhan. Petugas mencurigai isi sebuah paket milik penumpang yang akan menaiki KM Labobar, kapal pelayaran antarpulau.

"Setelah dilakukan pemeriksaan manual secara mendalam, ditemukan dua ekor burung jenis nuri serta dua buah tanduk rusa yang diduga akan diselundupkan melalui jalur laut," ujarnya dalam keterangan resmi.

Barang Bukti Diserahkan ke BKSDA Maluku

Seluruh barang bukti langsung disita dan diamankan ke Kantor BKSDA Maluku. Proses hukum terhadap pelaku tengah berjalan sesuai peraturan perlindungan satwa liar.

Laksda Hanarko menegaskan pengawasan di Pelabuhan Yos Sudarso akan terus diperketat. Pihaknya berkomitmen mencegah penyelundupan satwa maupun barang terlarang melalui transportasi laut yang menjadi pintu keluar-masuk utama Maluku.

Ancaman Kepunahan Satwa Endemik

Perdagangan ilegal satwa dilindungi, menurut Laksda Hanarko, tidak hanya melanggar hukum tetapi juga mengancam kelestarian ekosistem. Ia menekankan perburuan dan penyelundupan secara terus-menerus dapat memicu kepunahan hewan endemik Indonesia Timur.

"Jika satwa dilindungi terus diburu dan diperdagangkan secara ilegal, maka keseimbangan alam akan terganggu dan berdampak pada lingkungan maupun kehidupan manusia di masa depan," katanya.

Meskipun terjadi penggagalan penyelundupan, kondisi di area dermaga Pelabuhan Yos Sudarso terpantau aman, tertib, dan terkendali. Tim gabungan dari TNI AL, BKSDA, dan instansi terkait terus bersiaga mengawasi keluar-masuk barang ilegal melalui jalur laut.

Bagikan
Sumber: kabartimurnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks