Pencarian

Waspada Banjir Rob di Maluku 13-24 Mei 2026, BMKG Imbau Warga Pesisir Ambon hingga Kei Siaga

Jumat, 15 Mei 2026 • 11:16:01 WIB
Waspada Banjir Rob di Maluku 13-24 Mei 2026, BMKG Imbau Warga Pesisir Ambon hingga Kei Siaga
BMKG mengimbau warga pesisir Maluku siaga banjir rob akibat fenomena Super New Moon 13-24 Mei 2026.

AMBON — Bukan sekadar pasang biasa, fenomena Super New Moon pada 17 Mei 2026 diprediksi memicu gelombang pasang yang bisa merendam pemukiman dan pelabuhan di sejumlah wilayah Maluku. Kepala BMKG Stasiun Geofisika Ambon Djati Cipto Kuncoro menyebut peristiwa alam ini harus diantisipasi karena berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum secara drastis.

"Peristiwa alam ini harus diwaspadai dan warga bersiaga selalu karena berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum," kata Djati di Ambon, Kamis.

Wilayah Mana Saja yang Berpotensi Terdampak?

Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir atau rob berpotensi terjadi di enam wilayah utama. Mulai dari pesisir Kota Ambon, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Kepulauan Kei (Kabupaten Maluku Tenggara), Kepulauan Aru, hingga pesisir Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

BMKG menekankan waktu kejadian gelombang pasang ini berbeda-beda di tiap daerah. Artinya, tidak semua wilayah akan mengalami rob di hari dan jam yang sama.

Aktivitas Warga yang Paling Terancam

Dampak paling langsung akan dirasakan oleh masyarakat yang menggantungkan hidup di sekitar pelabuhan dan pesisir. Aktivitas bongkar muat di pelabuhan diprediksi terganggu, begitu pula kegiatan sehari-hari di pemukiman tepi laut.

"Potensi banjir pesisir (rob) ini secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan dan aktivitas di pemukiman pesisir," jelas Djati.

Langkah Antisipasi yang Perlu Dilakukan

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada. Warga diminta terus memantau informasi cuaca maritim terkini yang dirilis BMKG agar bisa mengatur jadwal aktivitas di laut dan pesisir.

"Sehingga untuk mencegah berbagai hal sejak dini, maka BMKG mengingatkan masyarakat terutama di wilayah pesisir untuk selalu waspadai saat melakukan aktivitas mereka," ucapnya.

Fenomena Super New Moon sendiri terjadi ketika posisi bulan berada di titik terdekat dengan bumi (perigee) bersamaan dengan fase bulan baru. Kombinasi ini menghasilkan gravitasi lebih kuat yang mampu menarik air laut lebih tinggi dari biasanya, memicu rob di wilayah pesisir yang rentan.

Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks