AMBON — Kepala BPS Provinsi Maluku Maritje Pattiwaellapia menyebut kelompok ikan dan udang memberi kontribusi penuh terhadap nilai ekspor Maluku pada periode tersebut. Struktur ekspor daerah itu masih sangat bergantung pada satu kelompok komoditas.
“Tidak terdapat kontribusi dari golongan barang lain seperti bahan bakar mineral, sehingga struktur ekspor Maluku masih sangat bergantung pada satu komoditas utama,” ujarnya.
Nilai Ekspor 2025 Sebesar US$28,65 Juta
Angka US$28,65 juta pada Januari–Agustus 2025 menjadi pembanding periode yang sama tahun ini. Selisihnya mencapai 37,62 persen.
"Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025, nilai ekspor pada periode tersebut mengalami peningkatan sebesar 37,62 persen," ucap Maritje.
Tiongkok Serap US$37,48 Juta, Hongkong US$1,95 Juta
Seluruh ekspor Maluku pada Januari–Agustus 2026 diarahkan ke kawasan Asia lainnya. Nilainya US$39,43 juta.
Tiongkok menjadi pasar terbesar dengan nilai US$37,48 juta atau 95,06 persen. Hongkong menyusul dengan US$1,95 juta atau 4,94 persen.
Hanya Dua Pelabuhan Jadi Pintu Keluar
Kegiatan ekspor Maluku selama periode tersebut hanya dilakukan melalui Pelabuhan Yos Sudarso dan Pelabuhan Tual. Pelabuhan Yos Sudarso menyumbang 99,16 persen dari total ekspor.
Dominasi pelabuhan itu terutama terjadi melalui pengiriman komoditas ikan dan udang. Pelabuhan Tual berkontribusi pada sisanya.