MALUKU — Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih mulai memakai Maung MV3 Garuda buatan PT Pindad sebagai kendaraan operasional, dengan satu pembeda dari versi kepresidenan: tak ada sunroof otomatis. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut sunroof mobilnya hanya bisa dibuka manual, bahkan dilepas. Secara tampilan, unit menteri ini nyaris kembar dengan Maung Garuda Limousine tunggangan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
PT Pindad memastikan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ikut memakai kendaraan operasional (Ranops) MV3 Garuda VVIP. Kendaraan itu dipakai dalam perayaan HUT ke-81 TNI, seperti disebutkan Pindad di situs resminya.
Pindad tidak menempelkan label "Limousine" pada unit yang dipakai para menteri. Penamaan yang berbeda itu memunculkan dugaan ada sejumlah perbedaan antara Maung buat Presiden dan Maung buat menteri.
Tampilan Nyaris Kembar dengan Maung Kepresidenan
Dari sisi tampilan, Maung Garuda MV3 untuk menteri mirip dengan MV3 Garuda Limousine tunggangan Prabowo dan Gibran. Bodi keduanya sama-sama putih.
Bagian grille, velg, lampu, hingga aksesori unit menteri identik dengan mobil kepresidenan. Perbedaan baru terlihat saat masuk ke kabin.
Sunroof Cuma Bisa Dibuka Manual
Airlangga Hartarto mengonfirmasi perbedaan itu. Mobil Maung yang ia pakai tidak punya sunroof otomatis seperti MV3 Garuda Limousine.
"Beda. Sunroof-nya kita bisa buka aja di open. Iya bisa dicopot," kata Airlangga dikutip detikNews.
Artinya, sunroof pada Maung versi menteri hanya bisa dibuka secara manual, bukan lewat mekanisme otomatis. Detail ini menjadi salah satu pembeda paling konkret antara dua versi Maung MV3 Garuda yang beredar di lingkungan pemerintahan.
Interior Disebut Lebih Lega dari Toyota Crown
Airlangga membandingkan Maung MV3 Garuda dengan mobil dinas menteri sebelumnya, Toyota Crown. Menurutnya, interior Maung jauh lebih lega dibandingkan Crown.
"Sebelumnya Crown. Dibandingkan Crown ini jauh lebih lega. Baik dari segi kepala maupun kaki," ujarnya.
Penilaian itu menyangkut ruang kepala dan ruang kaki. Dua hal yang biasanya jadi keluhan pada sedan, termasuk Crown yang dikenal sebagai sedan premium dengan kabin lapang.
Diklaim Setara Ssangyong, Suspensi Dibuat Keras
Airlangga menilai Maung cukup kompetitif jika dibandingkan dengan kendaraan premium dari luar negeri. Ia bahkan menyebut kendaraan tersebut berada di kelas premium.
"Sangat kompetitif. Ini premium. Karena ini kan setara dengan apa namanya Ssangyong. Suspensinya kalau mobil seperti ini kan harus yang agak keras. Karena bisa untuk ke daerah-daerah," ujarnya.
Soal setelan suspensi, Airlangga menyebut karakter keras itu memang disengaja. Tujuannya agar kendaraan tetap bisa dipakai ke daerah-daerah dengan medan yang tidak selalu mulus.
Kabin Tak Begitu Kedap, Suara Ban dan Klakson Masuk
Ada satu catatan lain yang ia sebut: kabin Maung tak begitu kedap. Suara dari luar masih terdengar di dalam kabin.
"Klakson, ban yang biasa kedengeran. Karena mobil-mobil ini kan tipenya SUV. Hampir semuanya SUV itu bannya kedengeran," ujarnya.
Airlangga menilai kondisi itu wajar untuk kendaraan berjenis SUV. Ia tidak menjadikannya sebagai persoalan besar, melainkan karakter yang memang melekat pada tipe kendaraan tersebut.