Tual — Perayaan Hardiknas 2 Mei 2026 di Kota Tual bukan sekadar seremonial rutin. Pemkot mengintegrasikan aksi lingkungan sebagai bagian dari pesan pendidikan kepada generasi penerus, melibatkan satuan pendidikan dari jenjang SD hingga MTs se-kota.
Kegiatan dimulai dengan senam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang diikuti aparatur sipil negara, dewan guru, dan siswa dari berbagai satuan pendidikan. Momentum ini menjadi sarana edukasi kesehatan sekaligus penguatan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.
Usai senam, peserta bergerak ke Pasar Maren untuk melakukan pembersihan lingkungan di kawasan pasar sebagai bentuk kepedulian terhadap fasilitas publik. Aksi bersih ini menekankan tanggung jawab warga terhadap kebersihan dan kelestarian ruang bersama.
Puncak rangkaian kegiatan adalah penanaman 1.000 anakan pohon kelor yang dipusatkan di Kompleks Wara dan Lorong 25, Kelurahan Masrum. Pemilihan lokasi ini tidak acak — kedua kawasan tersebut dijadwalkan akan mendapat penataan menjadi area bebas kumuh pada 2027 oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) RI.
Inisiatif penanaman pohon kelor ini sejalan dengan pengembangan Kampung Pelangi Wearhir, program untuk meningkatkan kualitas permukiman dan lingkungan di Kota Tual. Pohon kelor dipilih karena memiliki nilai guna tinggi — baik untuk kebutuhan pangan maupun obat tradisional masyarakat lokal.
Melalui penanaman pohon dan pembersihan lingkungan, Pemkot Tual menginterpretasi Hardiknas bukan hanya sebagai peringatan sejarah pendidikan, tetapi juga sebagai momen edukasi praktis tentang kebersihan dan keseimbangan alam. Partisipasi siswa di lapangan memberikan pengalaman langsung tentang tanggung jawab lingkungan.
Upaya ini sejalan dengan program nasional yang mendorong terciptanya lingkungan asri dan berkelanjutan. Dengan melibatkan ASN, guru, dan pelajar, pesan tentang kelestarian alam tertanam sejak dini kepada generasi yang akan mengelola Maluku di masa depan.