MALUKU — Kabar buruk menerpa timnas Brasil jelang Piala Dunia 2026. Bek kanan andalan, Wesley, harus menepi setelah cedera yang ia derita dalam laga uji coba melawan Mesir. Hasil pemindaian MRI mengonfirmasi cedera otot adduktor di paha kirinya.
Pemain berusia 22 tahun itu meninggalkan lapangan dengan berlinang air mata baru 15 menit laga berjalan. Brasil saat itu tengah bersiap menghadapi Mesir di kandang tim NFL Cleveland Browns. Pertandingan berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk tim asuhan Carlo Ancelotti.
Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) langsung merilis pernyataan resmi. "Pemindaian MRI menunjukkan cedera otot adduktor di paha kirinya," tulis pernyataan tersebut. CBF juga menyampaikan rasa duka mendalam atas cedera yang dialami pemain yang sangat dicintai skuad itu.
Kursi kosong Wesley langsung diisi oleh Ederson. Gelandang berusia 26 tahun itu dijadwalkan bergabung dengan skuad Brasil di Amerika Serikat pada Senin waktu setempat. Ia terakhir kali memperkuat timnas pada Maret 2025, yang menjadi caps ketiganya.
Ederson sendiri tengah bersiap menyelesaikan kepindahannya ke Manchester United. Klub asal Inggris itu telah sepakat membayar 35 juta poundsterling kepada Atalanta. Transfer tersebut diperkirakan rampung pada awal Juli mendatang.
Brasil tergabung di Grup C Piala Dunia 2026 bersama Maroko, Haiti, dan Skotlandia. Laga perdana akan digelar di New York pada Sabtu (13/6) melawan Maroko. Setelah itu, mereka akan menghadapi Haiti di Philadelphia pada 19 Juni dan Skotlandia di Miami pada 24 Juni.
Tanpa Wesley, Ancelotti tetap percaya diri dengan kedalaman skuadnya. "Saya puas dengan kemenangan ini. Tim bermain dengan intensitas, ritme, organisasi yang baik, dan tekanan tinggi," ujar pelatih asal Italia itu seusai laga kontra Mesir.
Brasil unggul lebih dulu lewat Bruno Guimaraes yang memanfaatkan kesalahan pemain Mesir di kotak penalti pada menit ketujuh. Namun keunggulan hanya bertahan empat menit. Umpan balik lemah Marquinhos direbut Mostafa Zico yang melepaskan tembakan akurat ke sudut gawang Alisson.
Di babak kedua, Ancelotti melakukan delapan pergantian pemain. Hasilnya, striker muda Real Madrid, Endrick, menjadi pahlawan kemenangan. Ia menyambar umpan silang rendah Raphinha ke tiang jauh pada menit 67. Skor 2-1 bertahan hingga akhir.