Pencarian

Proyek LNG Blok Masela di Tanimbar Rampung, Masyarakat Adat Gelar Ritual Sopi Mohon Restu Leluhur

Senin, 20 Juli 2026 • 19:10:01 WIB
Proyek LNG Blok Masela di Tanimbar Rampung, Masyarakat Adat Gelar Ritual Sopi Mohon Restu Leluhur
Ritual sopi digelar masyarakat adat Desa Lermatang sebagai bagian dari upacara syukur atas rampungnya proyek LNG Blok Masela di Tanimbar.

TANIMBAR — Belasan pria paruh baya dari Desa Lermatang berkumpul di tengah terik matahari, Kamis (16/7) pekan lalu. Mereka membuka botol berisi sopi, menuangkannya ke batok kelapa, lalu menumpahkannya ke lubang tanah yang baru dikeruk eskavator. Upacara adat itu digelar usai seremoni groundbreaking Proyek LNG Abadi Blok Masela.

Menurut kepercayaan setempat, ritual itu bertujuan memanggil leluhur untuk memberi restu atas segala hal baik di tanah Maluku. "Saya sangat bangga karena proyek strategis nasional ini menunjang masyarakat Desa Lermatang ke depannya. Kita mau lihat anak cucu bisa menunjang kita dan ke depannya lebih maju," ujar Girson Lamire (52), warga asli desa yang ikut dalam upacara tersebut.

Lapangan Gas yang Terbengkalai Sejak 1998 Kini Beroperasi

Pengembangan Blok Masela sempat terkatung-katung selama hampir tiga dekade. Kini, proyek yang dioperatori INPEX Corporation dan Pertamina Hulu Energi itu ditargetkan menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun. Ditambah 35.000 barel kondensat per hari dan 150 juta standar kaki kubik gas alam per hari (MMSCFD). Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan proyek ini harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kepulauan Tanimbar.

Angka Pengangguran di Maluku: Ambon Tertinggi, Tanimbar di Posisi Menengah

BPS Maluku mencatat jumlah angkatan kerja per Februari 2026 mencapai 1.009.110 orang. Angka ini naik 18.476 orang dibanding tahun sebelumnya. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) provinsi sebesar 5,80%, turun tipis 0,15% poin.

Data Agustus 2025 menunjukkan disparitas: TPT Ambon tertinggi di angka 11,37%, disusul Tual 8,96%, dan Maluku Tengah 6,93%. Kepulauan Tanimbar sendiri berada di posisi menengah dengan TPT 4,21%. Sementara Buru Selatan menjadi yang terendah dengan 1,29%.

Mengapa Warga Tak Lagi Harus Merantau?

Selama puluhan tahun, narasi klasik "Jong Ambon" identik dengan merantau ke kota orang demi penghidupan layak. Girson, yang memiliki empat anak dan dua cucu, berharap proyek Blok Masela mengubah pola itu. "Saya yakin proyek ini membuka peluang untuk kita masyarakat. Ke depannya, bagus untuk masyarakat sini," ucapnya.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menyerap tenaga kerja terbesar (326.993 orang). Kehadiran industri LNG diharapkan menyerap lebih banyak pekerja formal. Sebab, 65,52% tenaga kerja Maluku masih berada di sektor informal.

Bagikan
Sumber: validnews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks