Korban Tewas Gempa M7,8 Filipina Capai 37 Orang, Tim SAR Sisir Reruntuhan di General Santos

Penulis: Ujang Rahmat  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 17:27:01 WIB
Tim SAR melakukan pencarian korban di reruntuhan gedung komersial General Santos pasca gempa M7,8.

MALUKU — Operasi pencarian dan pertolongan di General Santos, kota yang paling parah terdampak gempa, masih berlangsung. Petugas pemadam kebakaran setempat berhasil mengevakuasi dua orang dalam kondisi selamat dari sebuah gedung komersial yang menampung toko kelontong dan beberapa usaha lain. Namun, satu orang lainnya ditemukan tewas di lokasi yang sama.

Dua Korban Hilang, Alat Pemindai Belum Deteksi Tanda Kehidupan

Kepala operasi pencarian, Edgar Tanawan, mengatakan timnya masih berupaya menjangkau dua orang yang diperkirakan tertimbun di dalam reruntuhan. “Alat pemindai yang kami gunakan belum mendeteksi tanda-tanda kehidupan dari dua orang tersebut,” ujar Tanawan dalam keterangan pers di Manila.

Gempa berkekuatan M7,8 terjadi pada Senin (8/6/2026) pukul 07.37 waktu setempat. Guncangan kuat itu tidak hanya merusak bangunan di Mindanao, tetapi juga memicu peringatan tsunami di sejumlah negara tetangga, termasuk Indonesia dan Jepang. Peringatan tersebut kemudian dicabut setelah gelombang besar tidak terdeteksi.

Ratusan Luka dan Evakuasi Masih Berlangsung

Data resmi dari badan penanggulangan bencana Filipina mencatat total korban luka mencapai lebih dari 400 orang. Empat orang lainnya masih dinyatakan hilang, dua di antaranya diyakini masih terjebak di reruntuhan gedung komersial di General Santos. Tim SAR dari berbagai instansi dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi sebelum 48 jam pertama berlalu, yang dinilai sebagai waktu kritis dalam operasi penyelamatan.

Bangunan-bangunan yang rusak akibat gempa tersebar di beberapa wilayah di Mindanao. General Santos menjadi pusat perhatian karena tingkat kerusakan infrastruktur yang tinggi dan jumlah korban yang signifikan. Pemerintah Filipina telah menetapkan status tanggap darurat di daerah terdampak untuk memobilisasi bantuan medis dan logistik.

Peringatan Tsunami Sempat Berlaku untuk Indonesia dan Jepang

Gempa bawah laut ini memicu kekhawatiran akan terjadinya gelombang tsunami di kawasan Pasifik. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia sempat mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah pesisir timur, namun kemudian menyatakan situasi aman. Jepang juga mencabut peringatan serupa beberapa jam setelah gempa.

Hingga Selasa sore waktu setempat, proses identifikasi korban dan pendataan kerusakan masih terus dilakukan. Otoritas setempat mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih tercatat dengan magnitudo lebih kecil.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top