Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Edi Setiawan di Ambon, Senin, mengatakan layanan KB gratis mencakup konseling, penyuluhan, hingga pemasangan alat kontrasepsi. Metode yang disediakan meliputi jangka pendek seperti pil KB dan suntik KB, serta metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) berupa alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR/IUD), implan atau susuk KB, metode operasi wanita (MOW), dan metode operasi pria (MOP).
"Seluruh layanan diawali dengan konseling agar peserta memperoleh informasi yang tepat mengenai manfaat, efektivitas, serta kesesuaian metode kontrasepsi dengan kondisi kesehatan dan rencana kehamilan masing-masing keluarga," jelas Edi.
Peringatan Harganas ke-33 tahun ini mengusung tema "Ayah Wajib Hadir". Tema ini menyoroti fenomena fatherless, yakni kondisi ketika ayah hadir secara fisik tetapi tidak berperan aktif dalam pengasuhan anak. Berdasarkan data BKKBN, angka fatherless di Maluku mencapai 22 persen.
"Artinya 22 dari 100 keluarga mengalami fatherless. Ayahnya mungkin ada secara fisik, tetapi tidak hadir dalam keluarga," ujar Edi.
Ia menambahkan, momen Harganas diharapkan menjadi pengingat bagi para ayah untuk membangun komunikasi yang baik, memberikan perhatian kepada anak, serta terlibat aktif dalam setiap proses tumbuh kembang keluarga.
Selain layanan KB gratis, BKKBN Maluku juga menyalurkan paket sembako kepada keluarga yang membutuhkan. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan keluarga di tengah peringatan Harganas.
"Hari ini kami mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Maluku beserta jajaran organisasi perangkat daerah. Selain ada pelayanan KB gratis, ada juga pemberian sembako gratis kepada keluarga yang membutuhkan," kata Edi.