AMBON — PT Pelni resmi membuka pemesanan tiket kapal untuk rute Ambon – Jakarta sepanjang Juni 2026. Harga tiket termurah dibanderol mulai Rp800 ribu untuk kelas ekonomi. Total ada 12 jadwal keberangkatan yang dijadwalkan menggunakan dua kapal utama, yakni KM Gunung Dempo dan KM Kelud.
Jadwal ini diumumkan melalui laman resmi Pelni dan sudah bisa diakses oleh calon penumpang sejak pekan lalu. Tiket dijual secara daring melalui aplikasi Pelni Access serta di loket Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon.
KM Gunung Dempo dijadwalkan berangkat setiap hari Selasa dan Kamis, sementara KM Kelud melayani keberangkatan setiap hari Sabtu. Harga tiket bervariasi tergantung kelas dan ketersediaan tempat. Untuk kelas ekonomi, harga dimulai dari Rp800 ribu per orang.
“Harga tersebut belum termasuk biaya asuransi dan pelayanan di atas kapal,” tulis pengumuman di situs Pelni. Calon penumpang diimbau membeli tiket jauh-jauh hari karena jumlah kursi terbatas, terutama pada akhir pekan.
Waktu tempuh perjalanan Ambon – Jakarta rata-rata 4 hingga 5 hari, tergantung kondisi cuaca dan pelabuhan singgah. Kapal akan transit di beberapa kota seperti Makassar, Surabaya, dan Denpasar sebelum tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Pemesanan tiket bisa dilakukan melalui aplikasi Pelni Access yang tersedia di Play Store dan App Store. Calon penumpang cukup memasukkan kode pelabuhan asal (Ambon) dan tujuan (Jakarta), lalu memilih tanggal keberangkatan. Pembayaran bisa melalui transfer bank, e-wallet, atau Indomaret.
Syarat naik kapal masih sama seperti sebelumnya: calon penumpang wajib memiliki KTP atau kartu identitas resmi lainnya. Untuk anak di bawah 17 tahun, wajib didampingi orang tua dan membawa akta kelahiran. Pelni juga mengimbau penumpang tiba di pelabuhan minimal 2 jam sebelum jadwal keberangkatan.
Pembukaan jadwal ini diperkirakan akan menyedot minat warga Maluku yang hendak merantau, bersekolah, atau berobat ke Jakarta. Pihak Pelni Ambon menyatakan siap menambah kapasitas jika permintaan tiket melonjak signifikan pada pekan-pekan tertentu.
“Kami akan pantau terus tingkat okupansi setiap kapal. Jika diperlukan, kami bisa mengoperasikan kapal tambahan atau menambah jadwal ekstra,” ujar Kepala Cabang Pelni Ambon dalam keterangan resmi.