Danantara Resmi Merger 7 BUMN Logistik Jadi Satu, Pos Indonesia Jadi Jangkar Utama

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 21:42:32 WIB
Tujuh BUMN logistik resmi merger menjadi PT Multiterminal Indonesia dengan Pos Indonesia sebagai jangkar utama.

MALUKU — Proses merger ini ditandai dengan penandatanganan Shareholders Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan. Tujuh perusahaan yang dilebur adalah Pelindo Sinergi Lokaseva Multiterminal Indonesia, Pelindo Sinergi Lokaseva Prima Indonesia Logistik, Pos Logistics, Pelni Logistics, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), dan Krakatau Integrated Logistics. Semua aset dan operasional akan disatukan di bawah bendera PT Multiterminal Indonesia.

Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Asset Management (DAM) Aurelius Altius Rosimin menyebut penggabungan ini sebagai bagian dari strategi transformasi portofolio. "Tujuannya memangkas fragmentasi entitas, mengoptimalkan skala usaha, serta mengeliminasi tumpang tindih layanan yang selama ini mengganjal efisiensi logistik pelat merah," ujarnya di Pos Bloc, Jakarta.

Biaya Logistik Indonesia Masih Tinggi, Merger Jadi Solusi

Konsolidasi ini dirancang untuk memperbesar skala bisnis sekaligus mengurangi duplikasi fungsi dan biaya. Selama ini, banyak BUMN logistik memiliki layanan yang tumpang tindih, mulai dari pergudangan hingga pengiriman barang. Dengan penggabungan, Danantara ingin menekan biaya logistik Indonesia yang saat ini masih berada di atas rata-rata negara ASEAN.

PT Pos Indonesia (Persero) diplot sebagai jangkar utama dalam ekosistem baru ini. Direktur Utama Pos Indonesia, Daud Joseph, mengungkapkan kesiapan perusahaannya memimpin transformasi. "Kami didukung jaringan 5.597 titik layanan yang menjangkau seluruh pelosok Indonesia, armada 8.032 unit, dan jangkauan ke lebih dari 220 negara. Saat ini, kami melayani lebih dari 2,2 juta pelanggan dan memproses lebih dari 300 ribu paket per hari," kata pria yang akrab disapa Jos tersebut.

Operasional Pelanggan Dijamin Tak Terganggu Selama Transisi

Daud Joseph memastikan proses integrasi akan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan manajemen risiko yang ketat. Ia juga menjamin bahwa selama transisi berlangsung, layanan kepada pelanggan tidak akan terganggu. "Satu hal yang menjadi komitmen utama adalah menjaga kontinuitas layanan kepada seluruh pelanggan. Para pelanggan dapat dipastikan tidak akan terganggu oleh proses penggabungan ini," tambahnya.

Konsolidasi ini merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan program Asta Cita Pemerintah. Dengan skala yang lebih besar dan integrasi yang lebih rapi, Multiterminal Indonesia diharapkan mampu bersaing dengan pemain logistik global sekaligus menekan biaya distribusi barang di dalam negeri.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: suara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top