AMBON — Sejak awal, Hafizah tidak sekadar ingin menang. Lewat tema “Pelita Pendidikan Kepulauan”, ia membawa kegelisahan tentang akses pendidikan di wilayah kepulauan Maluku yang masih timpang. Gagasan itu yang akhirnya membuat dewan juri memilihnya sebagai Miss Education Indonesia 2026, sekaligus menempatkannya di posisi Top 4 dari 40 finalis se-Indonesia.
“Tema ini lahir dari realitas pendidikan di Maluku yang hingga kini masih menghadapi tantangan, terutama terkait pemerataan akses pendidikan di wilayah kepulauan,” ujar Hafizah dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa (30/6/2026).
Mahasiswi Fakultas Teknik Unpatti ini membuktikan bahwa prestasi tidak melulu soal nilai di kelas. Selama kompetisi, ia melewati serangkaian seleksi ketat: penilaian wawasan pendidikan, kemampuan public speaking, kepemimpinan, advokasi sosial, hingga penyampaian gagasan inovatif untuk kemajuan pendidikan nasional.
Hafizah bersaing dengan generasi muda terbaik dari berbagai daerah. Ajang ini bukan sekadar kontes kecantikan, melainkan kompetisi yang menekankan kapasitas intelektual dan kepedulian sosial di bidang pendidikan.
Isu yang diangkat Hafizah relevan dengan kondisi faktual di Maluku. Sebagai provinsi kepulauan, distribusi guru, akses buku, dan infrastruktur sekolah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. Banyak sekolah di pulau-pulau terluar yang kekurangan tenaga pengajar dan fasilitas dasar.
Melalui gelar Miss Education Indonesia 2026, Hafizah berencana menjadikan platform ini sebagai pengeras suara untuk mendorong perhatian lebih terhadap pendidikan di wilayah timur Indonesia. “Ini bukan akhir, tapi awal untuk terus menyuarakan pemerataan pendidikan,” katanya.
Keberhasilan Hafizah menjadi catatan positif bagi Universitas Pattimura. Di tengah berbagai keterbatasan, mahasiswa Unpatti mampu bersaing dan menonjol di tingkat nasional. Pihak universitas diharapkan dapat mendukung langkah Hafizah ke depan, terutama dalam program-program advokasi pendidikan yang ia canangkan.