Terjepit Biaya Mobil Listrik, Volkswagen Didorong Jual Ducati yang Sedang Perkasa di MotoGP

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 14:55:01 WIB
Volkswagen mempertimbangkan penjualan Ducati untuk mengatasi tekanan biaya mobil listrik.

MALUKU — Kabar ini pertama kali diungkapkan oleh Financial Times dan dikutip Visordown, Senin (29/6). Ducati disebut sebagai salah satu aset nonmobil paling bernilai di grup VW. Berbeda dengan unit usaha lain yang tertekan, pabrikan asal Italia ini masih menikmati permintaan kuat, profitabilitas sehat, dan citra premium berkat jajaran motor serta kiprahnya di ajang balap dunia.

Dominasi di Sirkuit Jadi Daya Tarik Utama

Ducati bukan sekadar pabrikan motor. Di MotoGP, mereka adalah penguasa absolut. Enam gelar konstruktor beruntun telah diraih, dan setiap juara dunia sejak 2022 mengendarai Desmosedici buatan mereka. Kontrak komersial yang baru diteken bahkan mengikat Ducati di MotoGP hingga minimal 2031.

Prestasi inilah yang membuat Ducati dianggap sebagai properti panas. Nilai dan daya tarik besarnya disebut bisa memancing tawaran tinggi jika benar-benar dijual. Momentum "gacor" di lintasan menjadi kunci negosiasi terbaik bagi VW.

Deretan Aset yang Sudah Dilego

Penjualan Everllence bukanlah aksi jual pertama VW. Sebelumnya, mereka sudah melepas rumah desain Italdesign pada Desember lalu, diikuti pelepasan saham di Bugatti Rimac dan Rimac Group tahun ini. Rangkaian "obral aset" ini terjadi di tengah tekanan keuangan yang makin berat.

CFO sekaligus COO Volkswagen Group, Arno Antlitz, mengungkapkan laba operasi perusahaan hanya 4,3 persen pada kuartal pertama 2026—angka yang disebutnya masih jauh terlalu rendah. Pemangkasan biaya yang direncanakan dinilai tidak cukup. Laporan Financial Times juga menyebut VW bersiap memangkas hingga 100.000 pekerjaan dan menutup empat pabrik, sambil menghadapi gempuran mobil listrik China di Eropa.

Bukan Kali Pertama Nasib Ducati Dipertaruhkan

Ini bukan pertama kalinya Ducati masuk daftar jual VW. Pada 2017, rencana serupa sempat muncul namun kandas akibat tentangan keras dari serikat buruh. Saat ini, Ducati berada di bawah naungan Lamborghini, yang dimiliki Audi sebagai bagian dari VW AG.

Kendati ramai dibahas, belum ada keputusan resmi. VW menolak berkomentar soal kemungkinan penjualan aset besar lain. Sejumlah analis menilai peluang VW benar-benar melepas merek-merek ini tergolong kecil.

"Inilah saat yang tepat untuk mengambil langkah berikutnya, mengalihkan saham mayoritas kepada mitra baru yang kuat," kata CEO VW AG Oliver Blume dalam rilis terkait penjualan Everllence, Rabu (24/6). "Pada saat yang sama, ini memungkinkan kami untuk semakin fokus pada bisnis inti kami."

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top