Cuaca Buruk di Perairan Tanimbar, Longboat Tenggelam Saat Layari Pulau Sera-Pulau Selu, 1 Penumpang Meninggal

Penulis: Tedy Rustandi  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 13:35:31 WIB
Longboat tenggelam di perairan Kepulauan Tanimbar akibat cuaca buruk, satu penumpang meninggal.

AMBON — Kecelakaan laut kembali terjadi di wilayah perairan Maluku akibat cuaca buruk. Sebuah longboat yang mengangkut 14 orang tenggelam di perairan Kepulauan Tanimbar saat menempuh rute dari Pulau Sera menuju Pulau Selu pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 08.30 WIT.

Kapal tersebut berangkat dari Desa Kamatubun, Pulau Sera. Perjalanan awalnya berjalan normal, namun kondisi perairan mendadak memburuk. Gelombang tinggi dan angin kencang membuat kapal terbalik dan akhirnya tenggelam.

Kepala Basarnas Ambon, Muhamad Arafah, mengonfirmasi bahwa 13 penumpang berhasil menyelamatkan diri. Mereka dievakuasi kembali ke Pulau Sera setelah peristiwa itu terjadi.

Korban Ditemukan di Perairan Hutan Bakau

Laporan kecelakaan baru diterima Pos SAR Saumlaki dari BPBD Kepulauan Tanimbar pada Rabu (8/7/2026) pukul 11.10 WIT. Tim Rescue Pos SAR Saumlaki bersama unsur potensi SAR langsung bergerak ke lokasi menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB).

“Tim SAR Gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 13.20 WIT dan langsung melakukan pencarian. Upaya pencarian terus dilakukan dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan, mengingat kondisi perairan saat itu cukup ekstrem,” ujar Koordinator Pos SAR Saumlaki, Wahyunan Samal, yang memimpin langsung operasi di lapangan.

Korban Thomas Kadung (42) sempat dinyatakan hilang. Setelah beberapa jam penyisiran, jasadnya ditemukan pada pukul 17.49 WIT di perairan hutan bakau Dusun Tatun Angbabal, Pulau Selu. Titik penemuan berjarak sekitar 4,6 mil laut dari lokasi awal tenggelamnya kapal.

Gelombang Capai 2,5 Meter Saat Operasi Pencarian

Jasad korban langsung dievakuasi dan tiba di Pulau Sera pada pukul 19.20 WIT untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Operasi penyelamatan ini melibatkan Pos SAR Saumlaki, Dit Polairud Polda Maluku, Polairud Polres Saumlaki, serta warga setempat.

Saat operasi berlangsung, cuaca di lapangan dilaporkan cerah berawan. Namun, angin kencang dari tenggara masih bertiup dengan kecepatan hingga 31 Knots dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Dengan ditemukannya korban terakhir, Operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat telah dikembalikan ke satuan masing-masing.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: terasmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top