7 Wisata Pantai Terbaik di Maluku untuk Liburan Keluarga, Lengkap dengan Tips dan Akses

Penulis: Ujang Rahmat  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 22:04:01 WIB
Pantai Natsepa di Ambon menawarkan ombak tenang dan fasilitas lengkap untuk liburan keluarga.

Orang Maluku punya istilah "pulang bakalang" untuk liburan singkat ke pantai. Bukan tanpa alasan—pantai-pantai di sini bukan cuma pemandangan, tapi warisan geologi yang membentuk teluk-teluk alami. Untuk keluarga yang membawa anak kecil, ombak di pesisir selatan Pulau Ambon dan Lease relatif lebih bersahabat dibanding pantai selatan Jawa.

Dari pengalaman bolak-balik Ambon-Pulau Seram, saya catat tujuh pantai yang fasilitasnya paling matang untuk keluarga. Bukan cuma pasir putih, tapi ada warung makan, toilet umum, dan area parkir yang lega. Simak urutannya dari yang paling dekat dengan pusat Kota Ambon.

1. Pantai Natsepa, Ambon

Pantai Natsepa di Desa Suli, Kecamatan Salahutu, hanya 30 menit dari pusat Kota Ambon. Garis pantainya melandai dengan gradasi air hijau toska—cocok untuk anak-anak yang baru belajar berenang. Ombak di sini pecah jauh di tengah, jadi air di tepi tetap tenang.

Fasilitas: gazebo sewa Rp50.000-Rp100.000, toilet umum Rp5.000, dan deretan kedai yang menjual rujak bebek khas Ambon. Tiket masuk Rp15.000 per orang. Akhir pekan biasanya ramai, datang sebelum pukul 09.00 WIT untuk dapat gazebo strategis.

2. Pantai Liang, Pulau Ambon

Berjarak 15 kilometer dari Natsepa ke arah utara, Pantai Liang di Kecamatan Leihitu punya pasir putih yang lebih halus. Yang membedakan dengan pantai lain: ada sumber air tawar alami di beberapa titik dekat bibir pantai. Anak-anak bisa bermain air tawar dan laut dalam satu tempat.

Warung makan di sini menyediakan ikan bakar dengan harga mulai Rp25.000 per porsi. Tiket masuk Rp10.000. Tidak ada ban dalam sewaan, jadi bawa pelampung sendiri kalau anak belum bisa berenang. Ombak pagi hari paling tenang—setelah pukul 14.00 biasanya angin laut mulai kencang.

3. Pantai Ora, Pulau Seram

Pantai Ora di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, sering disebut "Maladewa-nya Indonesia". Airnya jernih dengan gradasi biru tua ke hijau. Untuk keluarga yang suka snorkeling, terumbu karang di sini tumbuh hanya 3-5 meter dari bibir pantai—anak-anak bisa melihat ikan nemo dan bintang laut tanpa perlu berenang jauh.

Akses dari Ambon: feri ke Pelabuhan Masohi (2 jam), lanjut mobil sewaan 3 jam ke utara. Tiket masuk Rp20.000. Penginapan Ora Beach Resort mulai Rp500.000 per malam. Tips: bawa bekal makanan sendiri karena pilihan warung terbatas, dan pastikan bensin mobil penuh karena SPBU terakhir di Kota Masohi.

4. Pantai Pasir Panjang, Desa Morela, Maluku Tengah

Desa Morela di Kecamatan Salahutu menyembunyikan pantai dengan garis pasir putih sepanjang 1,5 kilometer. Berbeda dengan Natsepa yang ramai, Pasir Panjang masih sepi pada hari kerja. Air lautnya dangkal hingga 50 meter ke tengah—aman untuk anak-anak bermain bola air atau membangun istana pasir.

Tidak ada tiket masuk resmi, hanya biaya parkir Rp5.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil. Warung kopi sederhana berjualan di bawah pohon kelapa. Toilet umum tersedia di rumah warga dengan biaya sukarela Rp2.000. Bawa tikar sendiri karena tidak ada gazebo sewaan.

5. Pantai Hunimua, Pulau Ambon

Pantai Hunimua di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, terkenal dengan dermaga kayu panjang yang ikonik. Air di sekitarnya sangat jernih—Anda bisa melihat dasar laut dari atas dermaga. Anak-anak suka melompat dari dermaga setinggi 2 meter ke air, tapi pastikan air sedang pasang untuk menghindari karang.

Tiket masuk Rp10.000. Ada kios makanan dan minuman, tapi pilihan terbatas. Toilet umum Rp3.000. Waktu terbaik: pagi hari pukul 07.00-10.00 WIT saat air laut masih tenang dan sinar matahari tidak terlalu menyengat. Sore hari angin timur laut bisa membawa ombak lebih besar.

6. Pantai Ngurbloat, Pulau Kei Kecil

Pantai Ngurbloat di Desa Ohoi Ngurbloat, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, punya pasir putih terhalus di Maluku. Teksturnya seperti tepung—tidak lengket di kaki saat basah. Untuk keluarga yang ingin piknik santai, pantai ini menyediakan gazebo dan meja piknik gratis.

Akses: dari Kota Tual naik mobil 45 menit ke arah utara. Tiket masuk Rp15.000. Ombak di sini lebih besar dibanding pantai di Ambon, jadi awasi anak-anak yang bermain di tepi. Warung makan berjualan ikan bakar dan pisang goreng dengan harga Rp15.000-Rp30.000. Toilet dan kamar ganti tersedia.

7. Pantai Jikumerasa, Pulau Buru

Pantai Jikumerasa di Kecamatan Namlea, Pulau Buru, masih jarang dikunjungi wisatawan dari luar daerah. Pasir putihnya membentang 2 kilometer dengan latar bukit karst. Air lautnya dangkal dan tenang—ideal untuk keluarga yang ingin menghindari keramaian.

Akses: dari Pelabuhan Namlea naik ojek Rp20.000 atau mobil sewaan Rp50.000 sekali jalan. Tiket masuk Rp5.000. Tidak ada warung permanen, hanya pedagang musiman yang jual kelapa muda dan gorengan. Bawa bekal dan air minum sendiri. Penginapan terdekat di Kota Namlea mulai Rp150.000 per malam.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Pantai mana yang paling aman untuk anak balita?
Pantai Natsepa dan Pasir Panjang di Morela punya ombak paling tenang dan air dangkal yang panjang. Pantai Natsepa lebih unggul karena ada gazebo sewaan dan toilet bersih.

Berapa biaya liburan keluarga ke pantai di Maluku?
Untuk keluarga 4 orang, biaya tiket masuk dan parkir Rp50.000-Rp100.000. Makan di warung Rp75.000-Rp150.000. Total Rp200.000-Rp300.000 sudah cukup untuk sehari penuh tanpa penginapan.

Kapan waktu terbaik ke pantai di Maluku?
Mei hingga November adalah musim kemarau dengan cuaca cerah. Hindari Desember-Februari karena angin barat membawa ombak besar dan hujan lebat.

Apa yang harus dibawa untuk liburan pantai bersama anak?
Bawa tikar, pelampung, topi, sunblock SPF 50+, air minum lebih banyak dari perkiraan, dan makanan ringan. Di pantai sepi seperti Jikumerasa, tidak ada warung yang buka setiap hari.

Apakah ada pantai di Maluku yang buka 24 jam?
Tidak ada. Semua pantai yang dikelola desa atau swasta buka pukul 06.00-18.00 WIT. Penjaga akan meminta pengunjung pergi setelah magrib karena alasan keamanan.

Pantai-pantai di Maluku bukan sekadar tempat berenang—setiap butir pasir dan karangnya menyimpan cerita geologi jutaan tahun. Untuk keluarga yang ingin memperkenalkan anak pada alam laut yang masih asli, tujuh pantai di atas adalah pilihan yang sudah teruji. Pilih satu yang paling dekat dengan rute perjalanan, bawa bekal secukupnya, dan nikmati sore bersama ombak yang perlahan surut.

Reporter: Ujang Rahmat
Back to top