AMBON — PSI Maluku tidak hanya fokus pada target merebut kursi Senayan pada 2029, tetapi juga mulai menyusun panggung politik untuk kontestasi lima tahun berikutnya. Rakorwilsus yang digelar di Meeting Room Lantai 9 Zest Hotel Ambon, Jumat (10/7/2026), menjadi ajang konsolidasi awal untuk dua agenda besar tersebut.
Ketua DPW PSI Maluku, Ricky Jauherissa, menegaskan bahwa prioritas partai saat ini adalah memastikan PSI memiliki wakil di DPR RI dari Daerah Pemilihan Maluku pada 2029. Namun, di luar agenda utama itu, pembahasan internal juga menyentuh persiapan menghadapi Pilgub Maluku 2030.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, aspirasi dari pengurus di 11 kabupaten dan kota mendorong nama Febry Calvin Tetelepta sebagai figur yang perlu dipersiapkan sejak dini. Meski demikian, seluruh pembahasan terkait FCT masih bersifat tertutup sebagai bagian dari dinamika internal partai.
Rakorwilsus ini tidak hanya membahas target elektoral, tetapi juga penguatan struktur organisasi partai di tingkat kabupaten dan kota. Jajaran pengurus dari seluruh Maluku hadir untuk menyusun arah konsolidasi politik yang akan menjadi bekal menghadapi dua pesta demokrasi sekaligus.
"Fokus utama kami adalah memenangkan kursi DPR RI pada 2029. Semua persiapan dilakukan secara bertahap dan terukur," ujar Ricky Jauherissa dalam keterangannya.
Langkah PSI Maluku menyiapkan FCT untuk Pilgub 2030 sejak enam tahun sebelumnya menunjukkan keseriusan partai dalam membangun mesin politik. Nama FCT disebut muncul dari usulan pengurus daerah yang menginginkan figur tersebut dikenalkan lebih awal kepada publik melalui proses konsolidasi internal.
Belum ada pernyataan resmi dari FCT terkait pencalonannya. Namun, manuver politik ini menjadi sinyal bahwa PSI Maluku tidak ingin sekadar menjadi partai pelengkap dalam peta politik daerah.