MALUKU — Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) telah mencabut sanksi larangan mendaftarkan pemain baru yang membelenggu PSIS Semarang. Nama klub berjuluk Mahesa Jenar itu kini tak lagi tercantum dalam daftar klub Indonesia yang masih dikenai hukuman serupa di laman resmi FIFA.
Chief Operating Officer (COO) PSIS Semarang, Fariz Julinar, mengonfirmasi bahwa tiga perkara yang menjadi dasar sanksi telah diselesaikan. "Tiga-tiganya, update dari tim per kemarin, alhamdulillah sudah terselesaikan ke masing-masing pemain," ujarnya di Semarang, Sabtu (11/7/2026).
Manajemen juga telah berkoordinasi dengan PSSI dan operator kompetisi, I League, terkait pencabutan sanksi tersebut. "Pencabutan banned sanksi dari FIFA sudah clear. Kita juga sudah koordinasi dengan PSSI dan operator kompetisi," kata Fariz.
Mantan CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, menyebut penyelesaian kewajiban ini sebagai salah satu pekerjaan besar yang berhasil dituntaskan. "Alhamdulillah FIFA ban dua-duanya telah tuntas. Tugas saya hampir selesai untuk menyelesaikan semua kewajiban PSIS Semarang," katanya.
Menurut Yoyok, bebasnya PSIS dari sanksi menjadi kabar baik karena manajemen kini bisa fokus mempersiapkan tim. "Semoga dengan selesainya ini persiapan PSIS jadi semakin lancar, dan perekrutan pemain jadi semakin masif. Sekarang pemain-pemain bagus sudah bergabung dengan PSIS Semarang," ujarnya.
Yoyok optimistis PSIS mampu kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. "Mudah-mudahan Liga 1 segera tercapai. Bismillah sukses untuk PSIS Semarang," ucapnya.
Manajemen saat ini tengah menunggu kedatangan sejumlah rekrutan anyar, termasuk tiga pemain asing yang diproyeksikan memperkuat skuad Mahesa Jenar pada musim mendatang. Dengan dicabutnya registration ban, proses pendaftaran pemain baru bisa dilakukan tanpa kendala.