MALUKU — Keputusan merekrut Dendy Kurniawan bukan tanpa alasan. Bobby Rasyidin menyebut dunia penerbangan memiliki sistem keselamatan yang sangat ketat, sementara perkeretaapian unggul dalam pelayanan. "Beliau kita impor dari airline supaya bagaimana yang namanya airline itu sangat kuat sekali dengan yang namanya safety-nya, sementara kereta kita sangat kuat sekali dengan hospitality-nya," ucap Bobby, Sabtu (11/7/2026).
Menurutnya, kombinasi ini menjadi kunci untuk menjadikan KAI nomor satu dalam aspek keamanan tanpa mengorbankan kenyamanan penumpang. "Tidak ada toleransi untuk safety. Hospitality-nya kita pertahankan atau kita tingkatkan," tegasnya.
Target Berani: Tak Ada Lagi Kecelakaan Fatal
Dendy Kurniawan langsung menyambut tantangan tersebut. Pria yang pernah memimpin AirAsia Indonesia dan Pelita Air itu optimistis target zero fatality di perkeretaapian bisa terwujud dalam waktu dekat. "Saya rasa dalam waktu yang tidak terlalu lama kita pun bisa menargetkan zero fatality di industri perkeretaapian ini," kata Dendy.
Dia melihat ada keunggulan struktural di KAI yang tidak dimiliki maskapai. "Kalau di airline, stakeholder yang masih banyak terkait. Ini semua under control-nya sebetulnya di KAI semua. Jadi Insyaallah itu bisa, kita akan wujudkan," jelasnya. Menurut Dendy, jika keselamatan sudah tercapai, operational excellence akan mengikuti secara otomatis.
Jejak Karier Dendy dan Suksesi di Pelita Air
Dendy Kurniawan bukan nama baru di industri transportasi. Lulusan magister International Development Economics dari Yale University tahun 2000 ini memulai karier sebagai Direktur Keuangan PT GeoDipa Energi (2009-2014), lalu menjadi Dirut AirAsia Indonesia (2014-2022), dan terakhir Dirut Pelita Air Service (2022-2026).
Posisi Dendy di Pelita Air kini digantikan oleh Faik Fahmi. Faik sebelumnya menjabat Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) sekaligus Ketua Umum Indonesia Aviation Association (IAA). Perubahan susunan pengurus ini sudah tercantum di laman resmi Pelita Air per Selasa (7/7/2026).
Dengan masuknya Dendy, KAI tidak hanya mendapatkan pemimpin baru di sektor komersial, tetapi juga membawa perspektif baru: bahwa standar keselamatan penerbangan bisa diterapkan di atas rel. Bagi penumpang, ini berarti perjalanan kereta yang tidak hanya nyaman, tapi juga semakin aman.