Dosen Teknologi Hasil Pertanian Unpatti Latih Perempuan di Maluku Tengah Olah Kelapa, Pisang, hingga Keladi Jadi Produk Bernilai Tambah

Penulis: Tedy Rustandi  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 17:12:35 WIB
Puluhan ibu rumah tangga di Jemaat GPM Liang, Maluku Tengah, mengikuti pelatihan pengolahan kelapa, pisang, sagu, dan keladi menjadi produk bernilai tambah yang digelar oleh Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Unpatti.

AMBON — Puluhan ibu rumah tangga di Jemaat GPM Liang, Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah, kini tak lagi sekadar menjual bahan mentah. Mereka dibekali keterampilan mengubah kelapa, pisang, sagu, dan keladi menjadi aneka produk olahan yang punya nilai jual lebih tinggi.

Pelatihan ini digagas oleh Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura (Unpatti) sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Peserta tak hanya mendapat teori, tetapi juga praktik langsung membuat produk turunan dari empat komoditas utama tersebut.

Empat Komoditas, Puluhan Produk Turunan

Materi pertama dibuka oleh Sophia G. Sipahelut, S.P., M.Sc, yang menyampaikan teknologi pengolahan kelapa. Ia menjelaskan bahwa kelapa tak hanya bisa dijadikan minyak atau santan, melainkan juga produk seperti nata de coco, keripik, hingga kosmetik alami.

Selanjutnya, Dr. Ir. Meity Mailoa, M.Si memaparkan potensi pengembangan produk olahan berbasis pisang dan sagu. Dari pisang, peserta diajak membuat aneka kue kering dan sale. Sementara sagu diolah menjadi bubur instan dan bihun sagu yang memiliki daya simpan panjang.

Dr. Cynthia G. C. Lopulalan, S.P., M.Si melengkapi sesi dengan materi tentang teknologi pengolahan keladi. Umbi-umbian yang selama ini hanya direbus atau digoreng, bisa disulap menjadi tepung, keripik, hingga kue basah dengan cita rasa kekinian.

Praktik Langsung, Hasil Bisa Dijual

Setelah sesi penyuluhan, peserta langsung mempraktikkan setiap tahapan pengolahan. Mulai dari sortasi bahan baku, proses pemasakan, hingga pengemasan. Suasana berlangsung interaktif—para dosen turun langsung mendampingi setiap kelompok.

Sophia G. Sipahelut, Ketua Tim Pengabdian, mengatakan kegiatan ini dirancang agar ilmu yang diberikan bisa langsung diterapkan di rumah. “Maluku memiliki kekayaan komoditas lokal yang sangat melimpah. Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi ilmu dan keterampilan agar komoditas tersebut dapat diolah menjadi produk yang bernilai tambah, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus mendorong lahirnya usaha-usaha baru yang dikelola oleh perempuan di tingkat jemaat,” ujarnya.

Apresiasi dari Majelis Jemaat

Ketua Majelis Jemaat GPM Liang, Pdt. Izack Huwae, S.Si, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan potensi sumber daya yang dimiliki masyarakat setempat.

“Kami menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada Tim Pengabdian dari Universitas Pattimura. Materi dan pelatihan yang diberikan sangat bermanfaat karena memanfaatkan komoditas yang tersedia di lingkungan kami. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan oleh para peserta dan berkembang menjadi usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta memperkuat kemandirian ekonomi jemaat,” ungkapnya.

Sinergi Kampus dan Masyarakat untuk Ekonomi Lokal

Kegiatan ini merupakan wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Unpatti berharap pelatihan serupa bisa terus diperluas ke desa-desa lain di Maluku Tengah.

Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, langkah diversifikasi produk lokal menjadi strategi kunci untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi perempuan di daerah.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: terasmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top