AMBON — Puluhan ibu rumah tangga di Jemaat GPM Liang, Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah, kini tak lagi sekadar menjual bahan mentah. Mereka dibekali keterampilan mengubah kelapa, pisang, sagu, dan keladi menjadi aneka produk olahan yang punya nilai jual lebih tinggi.
Pelatihan ini digagas oleh Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura (Unpatti) sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Peserta tak hanya mendapat teori, tetapi juga praktik langsung membuat produk turunan dari empat komoditas utama tersebut.
Materi pertama dibuka oleh Sophia G. Sipahelut, S.P., M.Sc, yang menyampaikan teknologi pengolahan kelapa. Ia menjelaskan bahwa kelapa tak hanya bisa dijadikan minyak atau santan, melainkan juga produk seperti nata de coco, keripik, hingga kosmetik alami.
Selanjutnya, Dr. Ir. Meity Mailoa, M.Si memaparkan potensi pengembangan produk olahan berbasis pisang dan sagu. Dari pisang, peserta diajak membuat aneka kue kering dan sale. Sementara sagu diolah menjadi bubur instan dan bihun sagu yang memiliki daya simpan panjang.
Dr. Cynthia G. C. Lopulalan, S.P., M.Si melengkapi sesi dengan materi tentang teknologi pengolahan keladi. Umbi-umbian yang selama ini hanya direbus atau digoreng, bisa disulap menjadi tepung, keripik, hingga kue basah dengan cita rasa kekinian.
Setelah sesi penyuluhan, peserta langsung mempraktikkan setiap tahapan pengolahan. Mulai dari sortasi bahan baku, proses pemasakan, hingga pengemasan. Suasana berlangsung interaktif—para dosen turun langsung mendampingi setiap kelompok.
Sophia G. Sipahelut, Ketua Tim Pengabdian, mengatakan kegiatan ini dirancang agar ilmu yang diberikan bisa langsung diterapkan di rumah. “Maluku memiliki kekayaan komoditas lokal yang sangat melimpah. Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi ilmu dan keterampilan agar komoditas tersebut dapat diolah menjadi produk yang bernilai tambah, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus mendorong lahirnya usaha-usaha baru yang dikelola oleh perempuan di tingkat jemaat,” ujarnya.
Ketua Majelis Jemaat GPM Liang, Pdt. Izack Huwae, S.Si, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan potensi sumber daya yang dimiliki masyarakat setempat.
“Kami menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada Tim Pengabdian dari Universitas Pattimura. Materi dan pelatihan yang diberikan sangat bermanfaat karena memanfaatkan komoditas yang tersedia di lingkungan kami. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan oleh para peserta dan berkembang menjadi usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta memperkuat kemandirian ekonomi jemaat,” ungkapnya.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Unpatti berharap pelatihan serupa bisa terus diperluas ke desa-desa lain di Maluku Tengah.
Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, langkah diversifikasi produk lokal menjadi strategi kunci untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi perempuan di daerah.