AMBON — Sebanyak 1.026 mahasiswa IAKN Ambon resmi diterjunkan ke masyarakat untuk program KKN tahun 2026. Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, menekankan pentingnya peran mereka dalam mendorong adopsi teknologi digital di daerah.
“Saya berharap mahasiswa mampu menghadirkan inovasi yang membantu masyarakat memanfaatkan teknologi secara bijaksana, baik dalam promosi potensi wisata, peningkatan literasi digital, pengembangan UMKM, maupun penyelenggaraan pelayanan dan pendidikan yang lebih efektif,” ujar Ely dalam sambutannya.
Tema yang diusung tahun ini adalah “Inovasi Kreatif Tahun 2026, Digitalisasi Pariwisata, Edukasi Berbasis Teknologi, dan Rajutan Harmoni Budaya Religius”. Menurut Ely, tema ini sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah di era transformasi digital.
Pemerintah Kota Ambon mengapresiasi konsistensi IAKN Ambon dalam menjalankan program KKN sebagai implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat.
Para mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga agen perubahan di lokasi KKN. Ely merinci empat bidang yang bisa menjadi sasaran inovasi mereka:
Wawali berharap program ini tidak berhenti sebagai seremoni. Ia meminta setiap mahasiswa mampu menghadirkan solusi konkret yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Ambon.
“Kami ingin inovasi yang lahir dari KKN ini benar-benar membantu masyarakat, bukan hanya laporan akademik,” tegas Ely.
KKN IAKN Ambon tahun ini akan berlangsung di sejumlah desa dan kelurahan di Kota Ambon serta kabupaten sekitarnya. Para mahasiswa dijadwalkan mulai bergerak ke lokasi penempatan dalam pekan ini.