MALUKU — Bukan hanya model biasa. Salah satu nama di daftar ini bahkan merupakan pemenang penghargaan 10Best dari majalah Car and Driver sebanyak beberapa kali. Keputusan ini mencerminkan pergeseran selera konsumen yang kian meninggalkan bodi mobil rendah demi SUV yang lebih tinggi dan praktis.
Bagi Anda yang masih berminat memiliki salah satu model ini, analis menyarankan segera mengambil keputusan pembelian. Momentum pergantian tahun model biasanya menjadi kesempatan emas untuk mendapatkan diskon besar karena dealer berusaha mengosongkan stok lama.
Fenomena ini bukan hal baru di industri otomotif global. Pasar Amerika Serikat menjadi barometer utama: konsumen lebih memilih posisi berkendara tinggi dan ruang kabin lapang. Akibatnya, sedan dengan dinamika berkendara superior perlahan kehilangan pangsa pasar.
Meski demikian, bukan berarti semua model yang dihentikan adalah produk gagal. Beberapa di antaranya sempat menjadi idola para penggemar otomotif dan memiliki basis penggemar setia. Kepergian mereka menandai berakhirnya era bagi segmen kendaraan tertentu.
Jika salah satu model yang masuk daftar ini ada dalam daftar incaran Anda, inilah saat yang tepat untuk bertindak. "You may want to pull the trigger and pick one up sooner rather than later," tulis Greg Fink dalam laporannya. Ia menambahkan bahwa konsumen berpotensi mendapatkan penawaran menarik karena dealer ingin membersihkan inventaris tahun model 2025.
Greg Fink, jurnalis di balik laporan ini, memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di industri media. Ia pernah menjadi editor di U.S. News & World Report, The Huffington Post, Motor1.com, dan MotorTrend. Menariknya, meski memiliki nama belakang yang sama, Greg tidak ada hubungan keluarga dengan legenda custom car Ed "Big Daddy" Roth yang dikenal dengan karakter Rat Fink-nya.
Bagi konsumen otomotif di Indonesia, tren ini patut dicermati. Meskipun beberapa model yang dihentikan mungkin tidak dijual resmi di Tanah Air, keputusan pabrikan global ini kerap mempengaruhi strategi produk di kawasan Asia Tenggara. Ke depannya, kita mungkin akan melihat lebih sedikit pilihan mobil sedan baru dan semakin banyaknya model SUV yang diluncurkan.