MALUKU — Nvidia dan Sega memperpanjang kemitraan yang sudah berlangsung lebih dari 30 tahun dengan mengumumkan dukungan resmi platform RTX Spark untuk jajaran game mendatang. Kerja sama ini dimulai dari Virtua Fighter Crossroads yang dijadwalkan rilis pada 2027, dan akan berlanjut ke judul-judul lain seperti Yakuza, Persona, Alien: Isolation 2, serta Total War: Warhammer.
RTX Spark adalah platform PC berbasis arsitektur Arm yang ditenagai oleh chip GB10 Superchip buatan Nvidia. Secara spesifikasi mentah, GPU di dalamnya disebut setara dengan desktop RTX 5070. Namun, arsitektur memori terpadu (unified memory) dan bandwidth yang lebih terbatas membuat performa gaming tidak bisa langsung disamakan dengan GPU desktop konvensional.
Oleh karena itu, Nvidia mengandalkan teknologi DLSS — termasuk upscaling dan Multi Frame Generation — sebagai komponen kunci untuk menjaga pengalaman bermain tetap mulus di perangkat RTX Spark. Dukungan dari Sega menjadi langkah awal untuk memastikan game-game populer berjalan secara native, bukan melalui emulator x86 bernama Prism yang bisa menurunkan performa.
Hubungan Nvidia dan Sega bukanlah hal baru. Pada akhir 1990-an, Sega sempat memesan GPU untuk konsol Dreamcast, namun akhirnya memilih chip PowerVR buatan NEC. Meski batal dipakai, Sega tetap memberikan dana 5 juta dolar AS (sekitar Rp 82,5 miliar) kepada Nvidia. Uang itu menjadi modal awal pengembangan Riva 128, GPU pertama Nvidia yang kompatibel dengan DirectX.
Kini, Nvidia memiliki kapitalisasi pasar lebih dari 5 triliun dolar AS dan tengah menggeser fondasi komputasi lewat platform AI Grace Blackwell dan Vera Rubin. Keputusan Sega untuk mendukung RTX Spark bisa dibaca sebagai langkah strategis mengamankan posisi di ekosistem PC generasi baru.
Bagi pengguna PC di Indonesia, kabar ini paling relevan jika Anda berencana membeli perangkat berbasis Arm — termasuk laptop Windows on Arm atau PC mini dengan chip Snapdragon X Elite dan sejenisnya. Selama ini, game-game berat sering bermasalah saat dijalankan lewat emulator x86 di perangkat Arm. Dukungan native dari Sega berarti game seperti Persona 6 atau Yakuza terbaru bisa berjalan lebih stabil dan bertenaga.
RTX Spark dijadwalkan hadir pada musim gugur 2025 (sekitar September-Oktober). Belum ada konfirmasi harga atau ketersediaan di pasar Asia Tenggara. Namun, dengan ekosistem aplikasi dan game yang mulai dibangun, platform ini berpotensi menjadi alternatif menarik bagi pengguna yang menginginkan PC ringkas dengan kemampuan AI dan gaming yang mumpuni.