Investasi Rp 390 Triliun, Proyek LNG Abadi Masela di Tanimbar Resmi Masuki Fase Konstruksi, Serap 12.000 Pekerja

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 11:19:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto meresmikan dimulainya fase konstruksi Proyek LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar secara virtual dari Istana Negara.

SAUMLAKI — Setelah puluhan tahun melalui tahap eksplorasi dan perizinan, proyek gas raksasa di Laut Arafura akhirnya menyentuh tanah. Presiden Prabowo Subianto yang meresmikan peletakan batu pertama secara virtual dari Istana Negara menegaskan proyek ini akan menentukan masa depan energi Indonesia.

"Kita perlu energi ini untuk transformasi bangsa. Kita mau jadi negara modern, jadi bangsa seperti Jepang yang produktif," ujar Prabowo dalam sambutannya.

Kapasitas Produksi dan Teknologi Ramah Lingkungan

Lapangan Abadi dirancang memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun. Yang membedakan proyek ini dari kebanyakan kilang LNG lain adalah integrasi teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak awal operasi. INPEX mengklaim ini menjadi salah satu proyek LNG pertama di dunia yang menjalankan CCS bersamaan dengan produksi dalam skema cost recovery.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang hadir langsung di Tanimbar merinci tahapan setelah seremoni. "Pengeboran 11 sumur pengembangan dan empat sumur lanjutan akan segera dimulai. Pembangunan pelabuhan, dermaga, dan EPC juga berjalan," kata Bahlil.

Berapa Investasi dan Keuntungan untuk Negara?

Bahlil menyebut total investasi mencapai US$20,95 miliar atau setara Rp 390 triliun. Secara nasional, proyek ini diperkirakan menyumbang US$137,7 miliar bagi perekonomian Indonesia selama masa operasi. Pada puncak konstruksi, proyek menyerap lebih dari 12.000 tenaga kerja. Saat memasuki fase operasi, sekitar 850 pekerja tetap dibutuhkan.

Pemerintah memastikan 60 persen produksi gas dialokasikan untuk kebutuhan domestik. Sisanya, maksimal 40 persen, untuk ekspor. Bahlil menjelaskan gas dalam negeri akan digunakan untuk hilirisasi pupuk oleh PT Pupuk Indonesia, serta dipasok ke PLN, PGN, dan perusahaan swasta.

Apa Dampak Langsung bagi Warga Tanimbar?

Selain lapangan kerja, proyek ini dijanjikan mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di Kepulauan Tanimbar. Mulai dari jalan, listrik, hingga fasilitas publik diharapkan ikut terbangun seiring konstruksi LNG. "Ini untuk meningkatkan nilai tambah dan mendorong penciptaan nilai ekonomi di daerah," ujar Bahlil.

President Director & CEO INPEX Takayuki Ueda menyebut proyek ini sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. "ABADI diharapkan memenuhi peran ini selama bertahun-tahun, tidak hanya untuk Indonesia tapi juga keamanan energi Jepang dan kawasan Indo-Pasifik," kata Ueda.

Proyek yang ditemukan sejak 2000 ini akhirnya memasuki babak konstruksi setelah bertahun-tahun mandek akibat polemik skema pengembangan dan keekonomian. Kini, dengan kepastian investasi dan dukungan penuh pemerintah, LNG Abadi menjadi salah satu proyek energi terbesar yang pernah dibangun di Indonesia Timur.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: terasmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top