AMBON — Ratusan siswa baru itu terbagi dalam 11 rombongan belajar (rombel), sesuai kuota yang ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) sekolah. Kegiatan MPLS berlangsung hampir sepekan dengan mengusung tema kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas.
Kepala SMAN 4 Ambon, Mezack Tentua, S.Th., M.Pd.K, mengungkapkan keberhasilan pelaksanaan MPLS merupakan hasil sinergi seluruh warga sekolah bersama Dinas Pendidikan, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Kepolisian, dan tenaga kesehatan.
“Sejak hari pertama hingga penutupan, seluruh kegiatan berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami bersyukur semua pihak memberikan dukungan sehingga peserta didik baru dapat mengikuti MPLS dengan nyaman dan penuh antusias,” ujar Tentua kepada wartawan, Sabtu (18/7/2026).
Sekitar 70 persen materi MPLS disampaikan langsung oleh guru sebagai narasumber utama. Siswa juga mendapatkan pembekalan dari Kepolisian, Puskesmas, dan rumah sakit mengenai kesehatan, keselamatan, serta pembentukan karakter.
Pihak sekolah juga melaksanakan asesmen awal untuk mengenali potensi, bakat, dan kebutuhan belajar setiap peserta didik. Meski beberapa siswa sempat mengalami gangguan kesehatan ringan, petugas UKS langsung menanganinya sehingga kegiatan tetap berjalan.
“Keselamatan dan kenyamanan peserta didik menjadi prioritas kami. Setiap kendala langsung ditangani agar seluruh siswa tetap bisa mengikuti kegiatan dengan baik,” jelas Tentua.
Tentua menegaskan pihak sekolah berkomitmen menjaga jumlah peserta didik sesuai daya tampung. Ia tidak ingin kelebihan kapasitas berdampak pada kualitas pembelajaran.
“Kami tidak ingin ada kelebihan kapasitas yang berdampak pada kualitas pembelajaran. Karena itu seluruh penerimaan siswa dilakukan sesuai kuota yang telah ditetapkan,” katanya.
Dengan bertambahnya 396 siswa baru, total peserta didik SMAN 4 Ambon kini mencapai lebih dari 1.000 siswa. Meski beberapa kelas berisi hingga mendekati 36 siswa, kondisi itu masih dapat diakomodasi berkat dukungan tenaga pendidik dan kependidikan yang memadai.
Tentua optimistis angkatan 2026 akan melanjutkan tradisi prestasi yang telah lama menjadi kebanggaan SMAN 4 Ambon. Ia menyebut sekolah tidak sekadar menerima siswa baru, tetapi sedang membina calon-calon pemimpin masa depan.
“Mereka memiliki potensi yang luar biasa, dan menjadi tanggung jawab kami untuk membentuk mereka menjadi lulusan yang cerdas, berkarakter, berintegritas, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
Menutup keterangannya, Tentua mengajak seluruh siswa baru memanfaatkan kesempatan belajar sebaik mungkin. “Tradisi melahirkan generasi emas tidak boleh berhenti. Kami yakin, dengan kerja sama guru, orang tua, dan semangat belajar para siswa, SMAN 4 Ambon akan terus melahirkan lulusan yang membanggakan Maluku dan Indonesia,” pungkasnya.