GRESIK — Sebanyak 3.145 dari total 3.677 lowongan kerja yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Gresik hingga Juli 2026 diperuntukkan bagi lulusan SMK dan SMA. Angka itu mencakup 1.976 posisi yang dibuka dalam Job Fair Tematik 2026 dan 1.698 lowongan dari mini job fair yang digelar sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Kepala Disnaker Gresik Zainul Arifin mengatakan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri Gresik masih didominasi lulusan pendidikan menengah yang memiliki kompetensi sesuai permintaan perusahaan. Selain lulusan SMK/SLTA, tersedia 377 lowongan untuk lulusan S1, 111 lowongan D3, 20 lowongan D1/D2, 14 lowongan SMP, dan 20 lowongan bagi lulusan SD.
Evaluasi Job Fair 2025 menunjukkan masih terdapat 396 lowongan kerja yang belum terisi. Posisi yang paling sulit dipenuhi antara lain crew store, sales, pengemudi, dan tenaga keamanan bersertifikat. Menurut Zainul, posisi-posisi itu membutuhkan kompetensi khusus yang tidak dimiliki sebagian besar pencari kerja.
“Kami mewajibkan seluruh perusahaan peserta Job Fair melaporkan hasil rekrutmen paling lambat tiga bulan setelah kegiatan. Evaluasi ini penting agar efektivitas penempatan tenaga kerja dapat diukur dan menjadi dasar penyusunan kebijakan berikutnya,” ujar Zainul.
Sepanjang 2025, Disnaker Gresik telah melatih 756 calon tenaga kerja yang terdiri dari 466 pencari kerja dan 290 peserta program pendamping ijazah SMK. Sekitar 85 persen peserta pelatihan berhasil terserap ke dunia kerja, sementara sisanya masih dalam proses pendataan.
“Pelatihan terus kami sesuaikan dengan kebutuhan industri agar lulusan memiliki kompetensi yang dibutuhkan perusahaan dan peluang kerja semakin terbuka,” kata Zainul.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan penyelenggaraan Job Fair bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi membangun ekosistem ketenagakerjaan yang transparan dan akuntabel. Ia menekankan bahwa upah minimum kabupaten (UMK) yang tinggi harus selaras dengan kualitas sumber daya manusia.
“Pemerintah tidak cukup hanya membuka akses pekerjaan, tetapi juga harus memastikan masyarakat Gresik siap mengisi peluang tersebut,” tegas Bupati Yani.
Job Fair Tematik 2026 juga menghadirkan seminar bertajuk “Link and Match Pendidikan dengan Dunia Industri” yang menghadirkan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai narasumber. Kegiatan ini merupakan implementasi Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Lokal.